TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa ia tidak ingin catatan-catatan dalam ibadah haji tahun lalu atau 1445 Hijriah terulang kembali pada pelaksanaan haji tahun ini.
Dalam agenda Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Asrama Haji Tangerang, Irfan meminta anak buahnya menggarisbawahi ucapannya ini.
"Saya tegaskan dengan sangat jelas, saya tidak ingin catatan-catatan negatif tahun lalu terulang kembali pada tahun ini. Sekali lagi saya garisbawahi, saya tidak ingin catatan-catatan negatif tahun lalu terulang kembali," kata Irfan di depan para pejabat Kemenhaj yang hadir dalam Rakernas, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Avtur Naik, Garuda Minta Tambah Rp 7,9 Juta Per Jemaah Haji, Saudia Airlines 480 USD
Ia lalu menjabarkan hal-hal yang termasuk dalam catatan negatif pada haji 2025, salah satunya adalah sistem layanan syarikah yang memicu ribuan jemaah Indonesia terpisah dari keluarga.
"Apa catatan negatif itu? Keluarga terpisah, suami-istri. Nusuk bahkan sampai pulang pun belum pernah pakai Nusuk, itu ada," ucapnya.
Baca juga: Apa Itu Kartu Nusuk yang Wajib Dimiliki Jemaah Haji 2026?
Bukan cuma itu, Menhaj juga menyoroti kekacauan distribusi makanan bagi jemaah haji Indonesia terjadi pasca-fase puncak haji.
"Kemudian kekacauan makanan pada hari tasyrik, kemudian kekacauan transportasi. Mohon ini menjadi bahan pertimbangan dari tim untuk bisa dibicarakan pada Raker tahun ini," ucapnya.
Sudah diingatkan, Irfan menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan toleransi terhadap kelalaian atau keterlambatan yang mengecewakan para jemaah haji.
"Kenapa kami kemarin menyiapkan petugas haji 20 hari dengan sangat-sangat serius? Karena kami tidak ingin ada kelalaian yang terjadi karena ketidaksiapan kita," ucapnya.
Baca juga: Pengiriman 2.200 Ton Beras untuk Jemaah Haji Berpotensi Gagal Akibat Perang
Menhaj Irfan mengingatkan setiap tim yang bertugas di Tanah Suci agar bekerja dengan standar terbaik dan penuh tanggung jawab.
Sebab, Kelalaian petugas haji memiliki dampak yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi secara langsung mengancam keselamatan jemaah.
"Penekanan bahwa pelayanan kepada jemaah adalah amanah, bukan sekadar tugas administratif. Kesalahan kecil pun akan berdampak sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




