Cianjur: Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, menyelidiki kasus penemuan mayat remaja S (17) tergantung di atas pohon di Kampung Cicadas, Desa Pagermaneuh, Kecamatan Pagelaran. Dugaan sementara korban mengakhiri hidup karena tekanan psikologis.
Kapolsek Tanggeung Iptu Budi Setia Yuda mengatakan jasad S pertama kali ditemukan warga yang hendak pulang dari ladang. Warga tersebut melihat ada tubuh tergantung di atas pohon dengan leher terjerat tali plastik.
"Jasad korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke puskesmas setempat guna visum dan identifikasi, pihak keluarga yang datang langsung membawa jasad korban guna dimakamkan," kata Budi, dilansir dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga :
Cianjur Siaga Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke DepanWarga kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Tanggeung. Petugas langsung meluncur ke lokasi guna mengevakuasi jasad korban dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kenyataan karena selama ini S mengalami tekanan psikologis. Pihak keluarga bahkan sempat membuat pernyataan di hadapan sejumlah saksi sebelum membawa jasad korban pulang guna dimakamkan.
Masyarakat terutama orang tua diimbau lebih mengawasi dan memberikan pendampingan terhadap anak yang memiliki masalah atau tekanan mental. Tujuannya agar hal serupa tidak kembali terulang.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental anggota keluarga khususnya remaja, sebagai langkah pencegahan terhadap peristiwa serupa," ungkapnya.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Keterangan sejumlah saksi menyebutkan tidak mengenal jasad yang tergantung di atas pohon dengan leher terjerat tali plastik. Setelah dilakukan proses identifikasi baru diketahui korban merupakan warga Kampung Pagadungan.
Warga bersama petugas menyampaikan ke pihak keluarga terkait jasad remaja yang tergantung di atas pohon. Pihak keluarga langsung mendatangi puskesmas setempat guna memastikan dan mengatakan korban mengalami tekanan hidup yang cukup berat.
"Kami tidak mengenal sosok remaja yang bunuh diri di atas pohon di Kampung Cicadas ini, setelah tahu dia warga sebelah kampung kami bersama petugas memberi tahu keluarganya," kata saksi mata warga Kampung Cicadas, Atep.
*Anda tidak sendirian. Jika merasa ingin menyakiti diri sendiri atau berpikir untuk bunuh diri, hubungi 119 ext. 8 (SEJIWA/Healing119) atau akses www.healing119.id untuk terhubung dengan konselor.
Redaksi Metrotvnews.com menyesuaikan peliputan dengan Pedoman Dewan Pers dan panduan WHO: menghindari glorifikasi, tidak merinci metode/ lokasi, serta mendorong pembaca mencari pertolongan profesional.



