Rejeki Pembuat Gelang Haji di Jepara: Terima Orderan Kemenhaj 226 Ribu Buah

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pria asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Subandi (53) memproduksi 226 ribu gelang identitas bagi jemaah haji tahun 2026. Ratusan ribu gelang haji itu diperuntukkan bagi jemaah haji di 22 embarkasi di Indonesia. Kualitasnya tahan api dan anti karat dengan bahan impor dari Jepang.

Ditemui di tempat produksinya di Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Subandi mengatakan gelang tersebut merupakan pesanan Kementerian Haji dan Umrah. Rinciannya 203.320 untuk jemaah haji reguler, 17.680 untuk jemaah haji plus, dan 5.000 untuk petugas haji.

Pria tiga anak itu menuturkan gelang itu terbuat dari stainless steel 304 2B 1,2 MM EX Jepang yang diimpor langsung dari Jepang. Pesanan tersebut sudah ia kerjakan sejak awal Ramadan, kini progresnya sudah mencapai 80 persen.

Gelang memuat identitas pemakainya. Seperti nama negara jemaah haji, kode embarkasi, kloter, paspor, maktab, bendera negara, nama jemaah haji, hingga tahun berangkat haji.

"Kelebihan dari gelang haji ini anti karat. Selain itu tahan api, jadi kalau terbakar, identitas yang tertera di gelang tetap terbaca. Kemudian ketika terkena air semakin mengkilap," katanya saat ditemui kumparan, Rabu (8/4).

Proses pembuatan gelang identitas jemaah haji ini mencakup beberapa tahapan. Dimulai dari pemotongan bahan baku stainless steel ukuran 4x8 feet. Kemudian penghalusan dengan cara diamplas.

Setelah itu, dilakukan penyablonan dan dioven agar cat sablonnya kuat atau tidak mudah mengelupas. Kemudian, dilanjutkan dengan mencetak nama jemaah, kloter, gambar bendera dan lainnya.

Pewarnaan pada kode embarkasi juga tidak boleh dilupakan. Misalnya embarkasi solo dengan kode SOC diberi warna krem. Selanjutnya embarkasi Pondok Gede dengan kode JKG diberi warna biru.

Kemudian satu per satu dari lempengan stainless steel berukuran 4x8 feet itu dipotong untuk dijadikan gelang berukuran panjang 20 sentimeter per gelangnya.

"Setelah itu finishing dengan brasso agar mengkilap. Lalu dilipat bagian kuncian gelangnya. Terakhir, packaging per embarkasi," terangnya.

Proses pengiriman ke embarkasi di luar Pulau Jawa menggunakan kargo. Sedangkan area embarkasi di Pulau Jawa menggunakan jasa ekspedisi.

Bantu Ekonomi Masyarakat

Subandi mengaku sudah sejak 2009 menggarap gelang identitas jemaah haji. Selama 17 tahun ini ratusan ribu gelang diproduksi di tempatnya. Bedanya, tiga tahun terakhir tidak ada pesanan gelang untuk petugas kesehatan. Namun, pada 2026 ini petugas kesehatan harus memakai gelang haji.

Ia tak menampik, produksi gelang haji sangat membantu perekonomian masyarakat. Setidaknya 300 pekerja di lima desa di Kabupaten Jepara terlibat di tiap-tiap proses pembuatan gelang haji ini.

"Beberapa pekerja di sini sebelumnya pedagang jajanan ringan di sekitar sekolah. Saat Ramadan dagangan mereka agak sepi. Adanya pesanan pembuatan gelang ini tentu membantu perekonomian teman-teman," ujarnya.

Selama 17 tahun berkecimpung membuat gelang identitas jemaah haji diakuinya bukan tanpa tantangan. Cuaca yang mendung menjadi salah satu faktor terhambatnya produksi.

"Kalau ada sinar matahari kami terbantu lebih cepat proses pengeringannya saat dioven. Tetapi kalau full hanya oven saja tanpa dijemur di bawah sinar matahari, cat sablonnya membutuhkan waktu yang lama untuk kering," jelasnya.

Pernah Buat 5.000 Gelang dalam 5 Hari

Kisah getir juga pernah dialaminya. Tepatnya pada 2012 silam. Kala itu tiga karyawannya sedang mengantarkan lima ribu gelang untuk embarkasi Banjarmasin. Nahas, kapal yang dinaiki ketiga karyawannya mengalami kecelakaan usai bertabrakan dengan kapal lain.

"Alhamdulillah tiga karyawan saya selamat. Tetapi lima ribu gelang tidak selamat. Alhasil saya harus bikin lagi lima ribu gelang dalam waktu lima hari," ujarnya.

Ia mengaku sempat bingung untuk mengejar waktu memproduksi lima ribu gelang dalam kurun waktu lima hari. Terlebih embarkasi Banjarmasin saat itu merupakan kloter awal yang akan diberangkatkan.

"Kami diberi waktu oleh Kementerian Agama (saat itu) hanya lima hari. Alhamdulilah kami bisa memenuhi. Sejak saat itu kami selalu berhati-hati dalam proses pembuatan dan pengiriman gelang haji," jelas Subandi.

Kini, sudah 17 tahun berjalan bagi Subandi membuat gelang sebagai identitas jemaah haji. Ia senang dapat dipercaya oleh Kementerian Haji dan Umrah. Kepercayaan dari Kementerian Haji dan Umrah itu dipegangnya dengan menjaga kualitas mutu. Selain itu, pendistribusian gelang selalu dilakukan tepat waktu.

"Pada H-3 sebelum keberangkatan kloter jemaah haji, gelang harus sudah tiba di embarkasi. Alhamdulillah selama ini selalu tepat waktu," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Fit and Proper Test 100 Calon Ketua PAC di Makassar
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Pendaftaran SPMB Poltekkes Kemenkes Jakarta II Masih Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
SKK Migas Pastikan Seluruh Minyak Mentah KKKS Dijual ke Kilang Pertamina
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Momen Rudal Melintas di Langit Netanya di Tengah Ketegangan Iran-Israel
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Teknikal Rebound ke 7.020-7.050, Intip Enam Saham Pilihan
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.