jpnn.com, JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengaku memperoleh instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Instruksi dari Presiden ke-8 RI itu mengenai penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang tak layak menjadi penyedia menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat kerja yang diikuti seluruh anggota Kabinet Merah Putih, para kepala badan, dan pejabat eselon I kementerian/lembaga di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
BACA JUGA: Kepala BGN Jelaskan Urgensi Pembelian Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Ini Alasannya
“Presiden memerintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis (petunjuk teknis, red) ditertibkan,” katanya.
Pimpinan BGN yang membidangi investigasi dan komunikasi publik di BGN itu juga menceritakan soal dirinya sempat melaporkan tentang suspensi atau penangguhan sementara operasional SPPG kepada Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Viral Pengadaan 25.000 Motor Listrik BGN, Purbaya Ungkap Fakta Ini
Menurut Nanik, suspensi didasari SPPG yang tidak mengikuti juknis, bahkan menyebabkan kejadian luar biasa atau KLB, seperti keracunan massal.
Selain itu, Nanik juga melaporkan soal SPPG yang dikenai suspensi karena memainkan harga, membiarkan monopoli pemasok bahan MBG, dan praktik curang lainnya. Presiden, katanya, mengacungkan jempolnya untuk merespons laporan itu.
BACA JUGA: Percepatan Program Dapur 3T BGN Perlu Diimbangi Penguatan Tata Kelola
“Bagus, lanjutkan terus,” kata Nanik mengutip perintah dari Presiden Prabowo.
Lebih jauh Nanik menuturkan Presiden Prabowo tidak hanya berpesan soal penertiban SPPG, tetapi juga mewanti-wanti agar pemberian MBG benar-benar tepat sasaran dan mampu memperbaiki gizi para penerimanya.
Anak-anak dari kalangan mampu pun dinilai tidak perlu menerima MBG.
"Kalau anak-anak orang mampu, kan, tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” tutur Nanik
Selain itu, Nanik juga menjelaskan soal pesan dari Presiden Prabowo agar MBG tidak dipaksakan kepada kelompok masyarakat mampu maupun sekolah yang tidak membutuhkan program itu. MBG, katanya, harus difokuskan pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi.
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik.
Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program andalan Presiden Prabowo itu benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Oleh karena itu, Nanik berencana membentuk untuk menyisir pihak yang memang benar-benar memerlukan MBG.
“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” ucap Nanik.(jpnn.com)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




