Terkini, Makassar – Dari sebuah lorong di Makassar, bisnis apparel lokal ini membuktikan sukses berjualan tidak harus dengan toko atau gerai yang berdiri di jalan-jalan besar yang ramai.
Cambridge Warehouse. Dari nama mereknya itu, banyak yang tidak menyangka jika brand ini dirintis anak muda bernama Muhammad Izran Rafii.
Usaha ini bermula pada 2012 di Lorong Kompleks Cokonuri, Makassar. Saat itu, Izran membangun tempat produksi, dengan mengandalkan penjualan offline dengan membuka outlet kecil hingga menitipkan produknya di gerai apparel. Produk yang dijual pun masih terbatas, seperti kaos T-shirt dan hoodie dengan konsep distro yang menyasar anak muda.
Namun, perubahan besar terjadi ketika ia mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perilaku konsumen. Tahun 2021 menjadi titik awal transformasi bisnisnya ke ranah digital, saat ia mulai memanfaatkan platform e-commerce Shopee.
“Mau tidak mau kita harus berubah. Kelebihan marketplace kan, orang tidak perlu repot harus mandi, berpakaian lalu ke toko. Tinggal buka ponsel, pilih baju kesukaan, chatting, lalu barangnya dikirim. Jadi memang sangat memudahkan,” jelas Izran saat ditemui wartawan di rumah produksi apparel miliknya di Kompleks Cokonuri, Rabu 8 April 2026.
Seiring waktu, penjualan Cambridge Warehouse terus meningkat signifikan. Hingga akhirnya, Izran memutuskan untuk fokus 100 persen pada penjualan online. Keputusan tersebut terbukti tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, grafik penjualan menunjukkan tren yang terus naik, terutama pada periode 2023 hingga 2025.
“Penjualan kami mulai meningkat itu 2023, 2024, 2025, khususnya saat high season atau musim Idulfitri, omzet penjualan bisa tembus sampai di atas dua digit,” ungkapnya.
Jika dulu saat masih offline satu kali produksi hanya menghabiskan setengah roll kain atau sekitar 40 lembar pakaian, kini kapasitas produksinya melonjak drastis. Dalam satu kali produksi, Cambridge Warehouse bisa menghabiskan hingga dua roll kain atau sekitar 160 lembar pakaian, tergantung ukuran.
Nama “Cambridge” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Izran mengaku terinspirasi karena dirinya merupakan penggemar klub sepak bola Manchester United. Selain itu, ia menilai nama tersebut terdengar lebih universal dan mudah diterima pasar global.
Produk Cambridge Warehouse kini semakin beragam, mulai dari baju, hoodie, tas hingga topi, semuanya mengusung gaya kasual ala distro yang banyak diminati kalangan anak muda.
Menariknya, jangkauan pasar brand ini kini tidak lagi terbatas dalam negeri. Selama berjualan melalui e-commerce, Cambridge Warehouse telah mencatat sekitar 9.000 pengiriman ke berbagai daerah, mulai dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Ambon hingga Makassar.
Bahkan, baru-baru ini Izran menemukan salah satu produknya dikirim ke luar negeri.
“Ada pembeli, saya cek alamat pengirimannya, ternyata ke Meksiko. Yang dipesan itu topi,” katanya.
Cambridge Warehouse menjadi salah satu pemain e-commerce shopee yang selalu dicari dan mendapat kepercayaan tinggi. Masuk kategori Star, dengan rekor penjualan yang kuat dan mendapat ulasan sangat baik oleh pembeli.




