RATUSAN warga negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di kawasan Timur Tengah akibat gangguan penerbangan kini sedang dalam proses penanganan dan akan segera dipulangkan ke Indonesia.
"Saat ini, terdapat 720 WNI yang tertahan disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah, dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," kata Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (8/4).
Heni menjelaskan, hingga saat ini perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah telah membantu proses kepulangan mandiri sebanyak 2.284 WNI. Angka tersebut belum termasuk jamaah umrah asal Indonesia yang juga mengalami kendala serupa.
Baca juga : Arab Saudi Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Perdamaian Timur Tengah
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Kemlu bersama seluruh perwakilan RI di kawasan tersebut terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi, terutama di wilayah Teluk dan Iran, seiring dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini memasuki fase gencatan senjata.
Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) secara rutin menjalin komunikasi dengan komunitas WNI yang masih berada di Timur Tengah guna memastikan kondisi mereka tetap terpantau.
Sementara itu, tercatat masih ada 281 WNI yang berada di Iran, termasuk 35 orang awak kapal yang saat ini berada di wilayah pesisir negara tersebut.
Baca juga : Gencatan Senjata Bantalan Positif bagi Rupiah, Pasar Pantau Harga Minyak
Heni juga menegaskan bahwa KBRI Teheran tengah mempersiapkan gelombang evakuasi lanjutan bagi WNI di Iran yang ingin kembali ke Indonesia.
Proses evakuasi tersebut dirancang secara hati-hati dengan mempertimbangkan situasi keamanan terbaru di lapangan. Hal ini mencakup penentuan jalur perjalanan yang aman, mulai dari titik kumpul hingga lokasi keberangkatan di negara transit.
"KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang menyatakan siap dievakuasi," kata Heni, meski belum menyebut jumlah pasti WNI yang akan segera dievakuasi dari Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran serta menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan pihak AS dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan. (Ant/E-4)




