Makam Kucing di Sudut Senayan, Jejak Kepedulian Penyayang Hewan

liputan6.com
1 hari lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemandangan deretan gundukan tanah kecil di sudut taman Jalan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak sederhana. Namun bagi sebagian warga, tempat itu menyimpan kisah yang tak biasa, sebuah makam kucing yang dikelola dengan penuh ketulusan.

Nama Teguh kerap disebut sebagai sosok di balik perawatan makam tersebut. Warga sekitar memanggilnya dengan sapaan akrab, mulai dari "Mas" hingga "Abah".

Advertisement

BACA JUGA: Kylie Jenner Pamer Anak Kucing Berkalung Berkilauan, Dituding Hanya Dijadikan Aksesori

Ia dikenal sebagai pribadi yang penyayang terhadap hewan, terutama kucing. Baginya, kucing bukan sekadar hewan liar, melainkan makhluk ciptaan Tuhan yang juga layak diperlakukan dengan baik.

Sehari-hari, Teguh bekerja di sebuah rumah kos yang tak jauh dari lokasi taman. Di sela aktivitasnya, ia rutin memberi makan kucing-kucing yang berada di sekitar kos tersebut, pagi dan malam hari. Perhatian itu tidak berhenti pada kucing yang masih hidup, tetapi juga berlanjut hingga hewan-hewan itu mati.

 

 

Tak ada yang benar-benar tahu sejak kapan makam kucing itu mulai ada. Bagi sebagian warga, keberadaannya terasa sudah sangat lama. Ada yang menyebut baru sekitar setengah tahun, namun tak sedikit pula yang percaya makam itu telah ada sejak puluhan tahun lalu.

Bagi sebagian warga, deretan gundukan tanah kecil di sudut taman Jalan Senayan menyimpan kisah tak biasa, makam kucing yang dikelola dengan penuh ketulusan. (Liputan6.com/Shabina Nasywa Mufti)

Meski waktu pastinya tak jelas, satu hal yang pasti: makam-makam itu tetap dirawat. Setiap beberapa hari sekali, Teguh datang untuk merapikan dan meninggikan gundukan tanah agar tetap terlihat jelas, terutama setelah diguyur hujan.

Ayub (21), rekan kerja Teguh, mengaku sering diminta membantu pekerjaan tersebut. Baginya, apa yang dilakukan Teguh bukan hal mudah, apalagi jika harus dilakukan sendiri.

“Seminggu dua kali ditinggiin, biar kelihatan. Ini karena hujan jadi nggak kelihatan. Kadang disuruh bantu ninggiin, karena kalau beliau sendiri dan tanahnya keras, susah. Dulu sih sempat ada papan-papannya, cuman sekarang udah nggak boleh,” ucapnya saat ditemui Liputan6.com di lokasi, Kamis (8/4/2026).

Namun seiring waktu, ruang di taman itu semakin terbatas. Gundukan-gundukan kecil kini hampir memenuhi seluruh area yang tersedia. Bahkan, menurut Ayub, makam tersebut sudah tidak lagi bisa menerima "penghuni" baru.

“Makam sudah penuh, sudah nggak nerima dan jarang juga yang kirim kesini. Terakhir terima sih minggu lalu,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia di Cianjur, Sang Pesulap Edukasi Pengendara dengan Gaya Nyentrik
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Kunjungi Lokasi Ledakan di Waru, Bupati Sidoarjo Ingatkan Perusahaan Wajib Beri Jaminan Karyawan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Go Ahead Eagles Resmi Umumkan Dean James Bisa Main Lagi, Bagaimana Nasib 3 Pemain Timnas Indonesia Lainnya?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan Cuma Hakim Danish, Brian Uriarte Siap Jadi “Mimpi Buruk” Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Hore! Terbebas dari Paspoortgate, Bek Naturalisasi Timnas Indonesia Dean James Sudah Bisa Main Lagi untuk Go Ahead Eagles di Liga Belanda
• 14 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.