jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Anggota DPD Partai Golkar Jawa Barat, Asep Suparman mengharapkan kubu pendukung Ahmad Hidayat akan terakomodasi dalam struktur kepengurusan partai di bawah komando Ketua terpilih Daniel Mutaqien Syafiuddin.
Hal itu disampaikan Asep menyusul adanya dinamika Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Jabar yang berlangsung beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Sidak, Waka BGN Temukan 4 SPPG Tak Sesuai Standar di Cimahi dan Bandung Barat
Menurut Asep, langkah Ahmad Hidayat yang tidak melanjutkan pencalonan bukan berarti kalah, melainkan bagian dari kompromi politik internal.
“Bukan mundur dalam arti kalah, tapi ada kesepakatan agar tidak ada lagi gesekan di internal partai,” kata Asep dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).
BACA JUGA: Kunci Kursi Ketua Golkar Jabar, Daniel Mutaqien Langsung Bidik Pemilu 2029
Menurutnya, Ahmad Hidayat tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga para pendukungnya, baik dari DPD maupun organisasi masyarakat (ormas).
“Pak Ahmad punya komitmen memastikan gerbong pendukungnya ikut terbawa dalam kepengurusan,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Plastik Mahal, Walkot Bandung Farhan Siapkan Langkah Strategis
Asep menyebut, komitmen tersebut berkaitan dengan peluang Ahmad Hidayat untuk menempati posisi sekretaris DPD Golkar Jawa Barat.
Dia menambahkan, Ketua DPD Golkar Jabar terpilih Daniel Mutaqien juga berkomitmen menghapus sekat antar kubu sebelum musda.
“Sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Selesai pertandingan, semua kembali menyatu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Asep menilai kedekatan Ahmad Hidayat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bisa menjadi nilai tambah bagi partai.
Menurutnya, hubungan tersebut dapat memperkuat komunikasi politik antara Golkar dan pemerintah provinsi.
“Kalau sekretarisnya di Bandung, komunikasi bisa lebih intens dan cair,” katanya.
Meski begitu, Asep mengaku belum mengetahui secara pasti hasil akhir rapat formatur terkait susunan kepengurusan DPD Golkar Jabar periode mendatang. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik




