Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi pada masa transisi dari musim hujan menuju kemarau.
“Memasuki masa peralihan musim, hujan yang turun di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, masih tergolong normal dan sesuai karakteristik cuaca saat ini,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, pemanasan permukaan bumi oleh radiasi matahari pada pagi hingga siang hari menyebabkan atmosfer menjadi lebih labil.
“Situasi ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang biasanya berkembang pada sore hingga malam, sehingga hujan kerap terjadi pada waktu tersebut,” jelasnya.
Selain itu, perubahan pola angin dari Asia menuju Australia juga menjadi faktor pendukung meningkatnya potensi hujan.
“Kami melihat adanya pembentukan sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia yang kemudian memicu konvergensi atau pertemuan massa udara. Kondisi ini sangat mendukung terbentuknya awan hujan,” tambah Andri.
Ia juga menekankan bahwa dinamika atmosfer global turut memperkuat potensi curah hujan, termasuk aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang atmosfer lainnya.
“Fenomena-fenomena atmosfer tersebut berkontribusi dalam meningkatkan suplai uap air dan energi di atmosfer, sehingga peluang hujan menjadi lebih besar,” paparnya.
BMKG memprakirakan pada periode 8 hingga 14 April 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan potensi hujan lebat pada 8 hingga 11 April di sejumlah daerah.
Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, dan Papua.
“Periode April ini belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Artinya, potensi hujan masih tetap ada dan perlu diwaspadai,” tegasnya.
BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Langkah sederhana seperti membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, menghindari lokasi rawan, serta menjaga kebersihan saluran air sangat penting untuk mengurangi risiko dampak cuaca,” pungkas Andri.
Editor: Redaktur TVRINews





