Warga Teheran Tetap Was-was Usai Pengumuman Gencatan Senjata

bisnis.com
2 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Warga Iran, Teheran masih berhati-hati menjalankan aktivitas kembali setelah gencatan senjata dengan Amerika Serikat diberlakukan selama dua minggu.

Dilansir Al-Jazeera, warga mulai beraktivitas di luar ruangan ditandai aktivitas lalu lintas yang normal. Mereka juga mulai berkumpul di kafe-kafe di pusat kota, serta mengunjungi sejumlah gaman.

Namun, mereka juga masih memperbincangkan efektivitas gencatan senjata karena dikhawatirkan serangan mendadak kembali terjadi.

Sebagian lainnya merasa lebih pesimis, terutama setelah dua pulau strategis di lepas pantai selatan Iran diserang pada Rabu pagi yang menyasar fasilitas minyak. 

"Sepertinya gencatan senjata akan berlanjut. Saya dengar Israel membuka lebih banyak wilayah udaranya,” kata seorang pemuda, merujuk pada pengumuman dari otoritas Israel, sebagaimana diberitakan Al-Jazeera, dilihat Kamis (9/4/2026).

Lebih lanjut hingga kini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah berhasil menembak jatuh sebuah drone di Provinsi Fars, Iran selatan.

Baca Juga

  • Menlu Sugiono Jelaskan soal Evakuasi WNI di Teheran saat Perang Iran vs AS-Israel
  • OPINI: IHSG di Bawah Bayang-Bayang Teheran
  • UEA Tutup Kantor Kedutaan di Teheran usai Iran Luncurkan Serangan

Kekhawatiran warga juga tidak lepas dari ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur sipil penting, seperti pembangkit listrik. 

Selain itu, Israel sempat melancarkan serangan beberapa jam sebelum gencatan senjata yang mengakibatkan kerusakan jembatan, infrastruktur kereta api, hingga perusahaan aluminium terbesar di Iran. Israel juga menyerang Lebanon dengan dalih menyerang markas Hizbullah.

Meski gencatan senjata berlangsung, Iran menyatakan tetap bersiaga dan siap untuk memulai operasi militer jika diserang kembali.

Perwira Tinggi Militer AS, Dan Caine menyampaikan bahwa kesepakatan itu hanya menandakan jeda dan operasi tempur, tetapi dapat dimulai kembali jika tidak ada kesepakatan akhir yang tercapai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Gelar OTT di Tulungagung
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Kasus Harimau Mati, Bandung Zoo Jalani Audit Kesehatan Satwa
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ubah Sampah Jadi Listrik, Teknologi Apa yang Dipakai di Indonesia?
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hari ke-24 Film Lebaran 2026: Na Willa Tetiba Melejit di Tengah Serbuan Film Baru
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Strategis Pascaperjanjian FTA Eurasia
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.