Sutradara Ronny Gani mengungkap proses di balik penggarapan film animasi Garuda di Dadaku yang melibatkan ratusan talenta lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ronny menyebut, dalam produksi film animasi ini, ia melibatkan lebih dari 300 animator yang tersebar di sejumlah kota, seperti Batam, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Tak hanya itu, proyek ini juga menggandeng lebih dari 10 studio animasi.
“Dari sisi produksi animasinya saja itu 300 orang dan lebih dari 10 studio animasi di seluruh Indonesia, ada yang di Batam, ada yang di Bandung, ada yang di Jogja, Malang, dan semuanya,” kata Ronny dalam konferensi pers perilisan official trailer, poster, dan soundtrack original film animasi Garuda di Dadaku di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Menurut Ronny, kolaborasi lintas kota ini menjadi bukti bahwa talenta animator Indonesia tersebar luas dan memiliki potensi besar. Ia pun memilih untuk mengandalkan kekuatan sumber daya manusia dibanding mengejar teknologi seperti Hollywood.
“Kita tidak terlalu berat ke teknologi, tapi kita lebih menitikberatkan ke human craft-nya,” tutur Ronny.
Di balik posisinya saat ini, Ronny juga sempat melalui perjalanan yang tidak mudah. Ia mengaku pernah diragukan saat memutuskan menekuni dunia animasi, terutama karena profesi tersebut belum umum di Indonesia pada masanya.
“Waktu saya mulai, enggak ada yang tahu bahwa animasi bisa jadi karier. Bahkan dipertanyakan, ‘Kamu menjadi animator, enggak bisa kerja di Indonesia, terus penghasilannya dari mana?’” ungkapnya.
Meski menghadapi keraguan, Ronny tetap melanjutkan langkahnya hingga akhirnya menemukan komunitas sesama animator yang saling mendukung.
Sutradara soal Pesan yang Ingin Disampaikan Lewat Film Animasi Garuda di DadakuPengalaman tersebut juga menjadi pesan yang ingin Ronny sampaikan lewat film animasi Garuda di Dadaku, bahwa mimpi besar akan selalu diiringi tantangan.
“Yang kita pengin sampaikan, kita akan selalu punya teman, punya keluarga, punya mentor yang saling membantu dan menyemangati dalam mencapai mimpi,” kata Ronny.
Lewat proyek ini, Ronny berharap keterlibatan ratusan animator lokal bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat industri animasi Indonesia sekaligus membuka peluang bagi talenta muda di masa depan.
Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (13), anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia. Saat kegagalan membuatnya kehilangan keyakinan, kehadiran Gaga mengubah hidupnya dan membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian. Dalam proses itu, Putra belajar bahwa mimpi besar tidak pernah dicapai sendirian.
Karakter utama Putra diisi oleh Keanu Azka, sementara karakter Naya disuarakan oleh Quinn Salman. Adapun karakter Gaga diisi oleh Kristo Immanuel.
Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, film ini menjadi interpretasi animasi baru dari IP film legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn.
Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan beberapa pihak, salah satunya BolaLob. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026.





