Jakarta (ANTARA) - Uni Emirat Arab bersama negara-negara sahabat di kawasan, termasuk negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk GCC dan Yordania berharap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi momentum positif untuk mendorong dialog.
"Kami terus menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, serta penyelesaian melalui jalur diplomatik. Kami tidak ingin melihat eskalasi. Oleh karenanya, kami berharap ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong dialog," kata Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (8/4).
Ia mengatakan negara-negara Teluk dan Yordania berharap gencatan senjata selama 14 hari ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kedua pihak.
"Kami berharap dalam dua pekan ke depan tercapai hasil positif yang mampu memperkuat stabilitas sekaligus membuka jalan menuju kemakmuran bagi negara-negara kami," katanya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok dan perdagangan global agar tidak memicu lonjakan harga maupun gangguan ekonomi.
"Kami juga tidak ingin melihat adanya gangguan terhadap jalur perdagangan, rantai pasok, maupun kenaikan harga, karena kami tidak ingin melihat gangguan lebih lanjut", katanya.
Ia menilai bahwa gangguan hanya akan membawa situasi pada kemunduran serta tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat mana pun dan tidak ada pihak yang benar-benar kebal terhadap dampaknya, baik dari sisi kemanusiaan, ekonomi, maupun stabilitas.
"Kita telah menyaksikan korban luka, korban jiwa, hilangnya mata pencaharian, serta masyarakat yang tertahan dan tidak dapat melakukan perjalanan. Kami ingin melihat adanya arah yang jelas menuju solusi, sehingga mobilitas dapat kembali normal dan komoditas serta kebutuhan lainnya dapat kembali didistribusikan ke wilayah tujuan," katanya.
Baca juga: Trump pertimbangkan patungan dengan Iran terkait pungutan Selat Hormuz
Baca juga: Pezeshkian pastikan Lebanon masuk dalam syarat gencatan senjata
"Kami terus menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, serta penyelesaian melalui jalur diplomatik. Kami tidak ingin melihat eskalasi. Oleh karenanya, kami berharap ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong dialog," kata Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (8/4).
Ia mengatakan negara-negara Teluk dan Yordania berharap gencatan senjata selama 14 hari ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kedua pihak.
"Kami berharap dalam dua pekan ke depan tercapai hasil positif yang mampu memperkuat stabilitas sekaligus membuka jalan menuju kemakmuran bagi negara-negara kami," katanya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok dan perdagangan global agar tidak memicu lonjakan harga maupun gangguan ekonomi.
"Kami juga tidak ingin melihat adanya gangguan terhadap jalur perdagangan, rantai pasok, maupun kenaikan harga, karena kami tidak ingin melihat gangguan lebih lanjut", katanya.
Ia menilai bahwa gangguan hanya akan membawa situasi pada kemunduran serta tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat mana pun dan tidak ada pihak yang benar-benar kebal terhadap dampaknya, baik dari sisi kemanusiaan, ekonomi, maupun stabilitas.
"Kita telah menyaksikan korban luka, korban jiwa, hilangnya mata pencaharian, serta masyarakat yang tertahan dan tidak dapat melakukan perjalanan. Kami ingin melihat adanya arah yang jelas menuju solusi, sehingga mobilitas dapat kembali normal dan komoditas serta kebutuhan lainnya dapat kembali didistribusikan ke wilayah tujuan," katanya.
Baca juga: Trump pertimbangkan patungan dengan Iran terkait pungutan Selat Hormuz
Baca juga: Pezeshkian pastikan Lebanon masuk dalam syarat gencatan senjata




