Wamenag: Pengawasan Humanis dan Berbasis Pencegahan

tvrinews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya pendekatan pengawasan yang berorientasi pada pencegahan dalam pelaksanaan tugas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. 

Hal ini disampaikan dalam kegiatan pembinaan pegawai yang dirangkaikan dengan halalbihalal Inspektorat Jenderal Kemenag di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Menurutnya, pengawasan tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga harus mampu membimbing dan mendampingi satuan kerja agar terhindar dari pelanggaran sejak awal. Ia menilai, pendekatan seperti ini memiliki nilai yang lebih besar dibanding sekadar mengungkap temuan.

“Pendampingan merupakan bagian dari kontribusi positif. Kita hadir bukan hanya untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan kesalahan tidak terjadi,”ujar Syafi’i dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Wamenag menekankan, efektivitas pengawasan terletak pada kemampuan aparat untuk mengawal proses kerja sekaligus memberikan arahan konstruktif. Dengan demikian, satuan kerja dapat menjalankan tugasnya secara tepat dan akuntabel.

Ia juga mengaitkan nilai pengawasan dengan makna Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah, yakni pribadi yang bersih, jujur, dan berorientasi pada kebaikan. Nilai tersebut, kata dia, harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk dalam fungsi pengawasan.

Mengacu pada Surah Ali ‘Imran ayat 134, ia menjelaskan empat karakter utama insan yang kembali fitrah, yaitu gemar memberi, mampu menahan amarah, mudah memaafkan, serta konsisten berbuat baik. Nilai-nilai ini dinilai relevan dalam membangun pola pengawasan yang humanis dan berintegritas.

Dalam praktiknya, sikap “memberi” dapat diwujudkan melalui pendampingan yang membangun bagi satuan kerja. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kehati-hatian dalam proses pemeriksaan, dengan memastikan setiap temuan didasarkan pada bukti yang kuat serta menghindari kesimpulan yang terburu-buru.

“Jangan sampai dugaan yang belum terbukti menjadi konsumsi publik. Kita harus menjaga kehormatan pihak lain hingga ada bukti yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya pengendalian diri dan objektivitas dalam menjalankan tugas pengawasan, termasuk menghindari sikap dendam terhadap pihak yang pernah melakukan kesalahan. Menurutnya, insan pengawasan harus fokus pada kontribusi terbaik yang dapat diberikan.

Mengutip Surah An-Nisa ayat 36, Wamenag mengajak seluruh jajaran untuk menghadirkan manfaat dalam setiap peran. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya soal benar atau salah, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi satuan kerja dan masyarakat luas.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan laporan Inspektur Jenderal serta refleksi dari para mantan Inspektur Jenderal, sebelum ditutup dengan doa bersama.

Momentum ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendorong sistem pengawasan yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis, berintegritas, dan berfokus pada pencegahan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaya hidup minim sampah butuh konsistensi dan dukungan lingkungan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
ITS Kembangkan Benwit: Inovasi Bensin Berbasis Sawit
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Menaker Bidik 20 Ribu Peserta untuk Program Magang Luar Negeri
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
RSUD Paniai Papua Tengah Terbakar, 2 Polisi & 3 Tenaga Medis Terluka | SAPA PAGI
• 49 menit lalukompas.tv
thumb
Viral “trend” minum oli demi kesehatan, pakar medis ingatkan risiko kesehatan
• 16 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.