JAKARTA, DISWAY.ID -- Harga plastik di pasar global dan domestik mengalami kenaikan yang signifikan.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh naiknya harga bahan baku akibat konflik global, khususnya antara Iran dan Amerika.
"Itu kenapa (plastik) naik, kan? Karena bahan bakunya juga naik, kan? Dia kalau nggak salah dari nafta dan petroleum lah. Ketika naik, ya naik juga. Tapi nanti kalau turun, ya turun juga," kata Purbaya, Kamis, 9 April 2026.
BACA JUGA:BMKG Prediksi Gempa Susulan Malut M7,6 Menurun Signifikan 2-3 Minggu
BACA JUGA:Saat Purbaya Ngaku Baru Tahu Pembelian Motor Listrik BGN: Terlanjur Jalan, Tahun Ini Ga Ada Lagi
Lebih lanjut, Purbaya mengaku hingga saat ini belum ada permintaan pembebasan relaksasi tarif bea masuk untuk bahan baku plastik dari pelaku industri itu di Tanah Air.
"Minta (kemudahan bea masuk) ke Kemenperin, terus ke saya. Itu (harga plastik) naik karena bahan bakunya juga naik, tapi ketika turun, akan turun juga," ujar Purbaya
Purbaya menyarankan pelaku industri plastik perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan Kementerian Perindustrian, terkait dengan permintaan untuk keringanan bea masuk bahan baku seperti nafta dan LPG.
Lebih lanjut, ia mengatakan seandainya pemerintah membuat kebijakan baru untuk melindungi industri plastik dalam negeri, maka hal tersebut bersifat sementara.
"Seandainya ada kebijakan pun, pasti akan kami pertimbangkan. Tapi mereka belum ke saya, jadi saya nggak tahu," jelasnya.
BACA JUGA:Kapan Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah? Simak Informasinya di Sini
BACA JUGA:Ongkos Haji 2026 Terdampak Harga Avtur, Menhaj: Tidak Dibebankan kepada Jemaah
Ia juga memastikan belum ada komunikasi atau diskusi langsung dengan Kementerian Perindustrian terkait rencana insentif tersebut.
“Belum, tidak pernah telepon saya,” pungkasnya.





