HARIAN.FAJAR, MAKASSAR — Memiliki buah hati adalah dambaan setiap pasangan. Namun, bagi sebagian orang, perjalanan menuju kehamilan tidaklah selalu mulus. Kondisi sulit hamil atau yang secara medis disebut infertilitas sering kali menjadi tantangan emosional yang berat.
Lantas, kapan seseorang dikatakan tidak subur? Ulasan medis science daily dijelaskan, infertilitas didiagnosis jika pasangan belum berhasil hamil setelah satu tahun berhubungan rutin tanpa pengaman. Bagi wanita di atas 35 tahun, periodenya lebih singkat, yakni jika belum hamil setelah 6 bulan mencoba.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai penyebab, pemeriksaan, hingga solusi bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan garis dua.
Pria Juga Jadi Faktor Penyebab
Banyak stigma yang hanya menyudutkan wanita, padahal faktanya, masalah kesuburan terbagi rata. Sekitar sepertiga kasus berasal dari faktor pria, sepertiga dari wanita, dan sisanya kombinasi keduanya atau faktor yang tidak diketahui.
1. Penyebab Infertilitas pada Pria
Masalah kesuburan pria biasanya berkaitan dengan kualitas sperma. Beberapa faktor pemicunya antara lain:
- Gaya Hidup: Merokok, alkohol, obesitas, dan stres.
- Kondisi Medis: Varikokel (pembengkakan pembuluh darah di testis), ketidakseimbangan hormon, atau infeksi.
- Obat-obatan: Penggunaan steroid anabolik atau efek samping pengobatan tertentu.
2. Penyebab Infertilitas pada Wanita
Wanita memiliki sistem reproduksi yang lebih kompleks, di mana masalah bisa muncul pada proses ovulasi hingga implantasi:
- Gangguan Ovulasi: Seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
- Masalah Fisik: Sumbatan pada saluran tuba falopi atau adanya miom/fibroid rahim.
- Endometriosis: Jaringan rahim yang tumbuh di luar tempat seharusnya.
- Usia: Kualitas dan jumlah sel telur menurun drastis setelah usia 35 tahun.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:
- Pria: Mengalami disfungsi ereksi, nyeri di area genital, atau pernah menjalani operasi di area tersebut.
- Wanita: Siklus menstruasi tidak teratur, nyeri panggul yang hebat, atau sudah berusia di atas 35 tahun.
Tes yang Biasa Dilakukan:
- Pria: Analisis sperma untuk melihat jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.
- Wanita: Tes hormon, USG transvaginal, hingga HSG (Hysterosalpingography) untuk mengecek sumbatan saluran telur.
Solusi Medis dan Program Hamil
Kabar baiknya, kemajuan teknologi medis menawarkan banyak harapan:
- Obat Hormon: Membantu memicu ovulasi yang teratur.
- Inseminasi Buatan (IUI): Memasukkan sperma terbaik langsung ke dalam rahim saat masa subur.
- Bayi Tabung (IVF): Pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh (laboratorium), lalu embrio ditanamkan kembali ke rahim.
Diet dan Gaya Hidup untuk Kesuburan
Selain bantuan medis, perubahan gaya hidup sangat membantu meningkatkan peluang hamil:
- Pilih Karbohidrat Kompleks: Fokus pada sayuran dan biji-bijian, hindari karbohidrat olahan yang tinggi gula.
- Lemak Sehat: Kurangi lemak trans (gorengan) dan pilih sumber protein nabati.
- Pantau Masa Subur: Pahami siklus menstruasi. Hubungan intim di jendela subur (sekitar waktu ovulasi) meningkatkan peluang pembuahan secara alami.
- Kelola Stres: Yoga dan akupunktur diketahui dapat membantu relaksasi tubuh yang mendukung keseimbangan hormon.
Kesimpulan
Diagnosis infertilitas bukanlah akhir dari segalanya. Dengan penanganan yang tepat, baik melalui jalur medis maupun perbaikan gaya hidup, banyak pasangan akhirnya berhasil menimang buah hati. Jika cara alami belum berhasil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mendapatkan solusi terbaik. (*Nin)





