Iran Ngamuk, Selat Hormuz Kembali Ditutup Usai Israel Gempur Lebanon

eranasional.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Iran dilaporkan menutup kembali Selat Hormuz setelah Israel menggempur Lebanon pada Rabu (8/4) pagi waktu setempat.

Langkah tersebut diambil Teheran karena menilai Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati bersama Amerika Serikat.

Laporan media Iran, Fars News, menyebut penutupan jalur pelayaran vital dunia itu dilakukan sebagai bentuk respons keras atas serangan Israel yang dianggap melanggar komitmen perdamaian.

Iran berpandangan bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup penghentian seluruh serangan militer, termasuk terhadap Lebanon. Namun Israel menolak tafsiran tersebut.

Pemerintah Israel menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam poin kesepakatan gencatan senjata sementara yang berlaku selama dua pekan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyetujui gencatan senjata usai menerima 10 syarat yang diajukan Teheran. Akan tetapi, Gedung Putih membantah menerima seluruh tuntutan Iran dalam kesepakatan itu.

Sempat ada tanda-tanda mereda ketika Iran membuka akses Selat Hormuz dan mengizinkan dua kapal tanker melintas. Namun ketegangan kembali pecah usai serangan terbaru Israel ke Lebanon.

“Setelah pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata sementara oleh tentara rezim Zionis terhadap Lebanon dan perlawanan Islam di negara itu, Iran sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan operasi pencegahan terhadap posisi militer Israel di wilayah pendudukan,” demikian pernyataan sumber keamanan Iran kepada Fars News.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui Mehr News Agency juga mengonfirmasi adanya kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan AS yang dimediasi Pakistan.

Kesepakatan tersebut disebut telah mendapat persetujuan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Kini, dunia kembali menyoroti Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, setelah Iran memperketat pengawasan dan kembali menutup akses pelayaran di kawasan tersebut.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Plastik Naik 100 Persen, Anggota DPR Desak Pemerintah Selamatkan UMKM
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Akhir Manis Perjuangan Mbah Tupon Korban Mafia Tanah di Bantul, Dua Sertifikatnya Kembali ke Tangan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Imigrasi Limpahkan Kasus WNA Australia ke Jaksa
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Calon Pemain Naturalisasi Luke Vickery Pasang Target Tinggi: Bawa Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Dari Yogyakarta, PT Taru Martani Ekspor 1.200 Batang Cerutu ke Tailan
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.