JAKARTA, KOMPAS.com - Agus (40), warga Ujung Menteng mendesak Pemerintah Provinsi DKI segera menangani tumpukan sampah di Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Meski lokasi tersebut tidak berdekatan dengan permukiman warga, kondisi sampah sangat mengganggu pengendara yang melintas.
"Ya kalau bisa segera ditanganilah, jangan menunggu viral di sosmed, baru pada pusing dah, harusnya bisa membuat nyaman pengendara juga," tutur Agus saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Tumpukan Sampah di TPS Rawa Bebek Meluber ke Jalan, Pengendara Terganggu
Agus menjelaskan, dirinya kerap melintasi Jalan Rawa Bebek atau jalur samping Banjir Kanal Timur (BKT) karena lebih teduh dan dapat menghindari kemacetan.
"Di sini enaknya banyak pohon aja karena sampingan BKT, Sebetulnya saya lewat sini karena ingin memotong jalan dari Ujung Menteng. Tapi kalau lewat sini takut, karena sampah plastik dan air bisa bikin pengendara jatuh," jelas Agus.
Keluhan serupa disampaikan Ridwan (27), warga Bekasi, yang sering melintasi Jalan Rawa Bebek untuk menuju kantornya di kawasan Tebet.
"Motong jalur kalau lewat sini dan enggak macet, cuma bau aja pas lewat TPS itu kan sampah numpuk banget itu," ungkap Ridwan.
Baca juga: Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Rampung 10 April 2026
Meski demikian, Ridwan mengaku tidak mengetahui pasti penyebab penumpukan sampah yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Kalau penyebab kurang tahu, tapi ya berharap bisa rapi aja, walaupun enggak deket pemukiman tapi kalau sampai sampah ke jalan kan enggak enak juga, apalagi kalau pagi ramai dan bukan warga Jakarta aja kan ini perbatasan," jelas Ridwan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sampah terlihat menggunung setinggi sekitar dua hingga tiga meter dan meluber ke bahu jalan.
Meski tidak menutup total Jalan Rawa Bebek, area di sekitar TPS 3R dipenuhi sampah plastik yang berserakan hingga beberapa meter dari lokasi.
Baca juga: TPA Burangkeng Overload, Pemkab Bekasi Rencanakan Olah Sampah Jadi RDF
Selain itu, terdapat pula sampah di pinggir BKT sehingga sebagian di antaranya jatuh ke area kanal.
Sejumlah kendaraan yang melintas terlihat harus melambat karena adanya gerobak dan truk sampah yang hendak menurunkan maupun mengangkut sampah.
Kompas.com sudah menghubungi Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep mengenai penanganan sampah tersebut, namun hingga saat ini belum memberikan respons.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




