Dean James Lolos dari Sanksi KNVB, Kontroversi ‘Passportgate’ Berakhir

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Masalah yang menimpa Dean James akhirnya menemui titik terang pada Rabu (8/4/2026). Jaksa Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan bahwa James bersama Go Ahead Eagles dinyatakan lolos dari sanksi indisipliner.

Kabar ini menjadi angin segar setelah James sebelumnya tersandung persoalan paspor selama beberapa pekan terakhir. Bahkan sampai harus absen membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.

Kasus yang dikenal sebagai ‘passportgate’ bermula dari protes NAC Breda yang meminta pertandingan diulang.

Dean James
Sumber :
  • Facebook - Go Ahead Eagles

Permintaan itu diajukan setelah mereka menilai Dean James tidak memenuhi syarat untuk tampil, sebagaimana sejumlah pemain kelahiran Belanda lain yang telah dinaturalisasi untuk membela negara berbeda di level internasional.

Protes tersebut muncul usai kekalahan telak NAC Breda dengan skor 0-6 dari Go Ahead Eagles, di mana James tampil dalam pertandingan tersebut. Pihak NAC kemudian mempertanyakan izin kerja sang pemain.

Karena status naturalisasi, James dianggap sebagai pemain non-Uni Eropa. Hal ini membuat Go Ahead Eagles wajib memenuhi regulasi terkait kuota pemain non-Uni Eropa, yang kemudian memicu polemik terkait status administrasinya.

Kasus ini turut berdampak pada pemain lain, termasuk tiga pemain Timnas Indonesia, yakni Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens. Ketiganya sempat dipinggirkan oleh klub masing-masing, bahkan tidak diperbolehkan untuk bermain maupun mengikuti sesi latihan.

Namun, perkembangan terbaru memastikan situasi mulai mereda. Setelah jaksa sepak bola profesional memastikan bahwa Go Ahead Eagles tidak akan dijatuhi hukuman karena memainkan James saat menghadapi NAC Breda, dewan kompetisi sepak bola profesional turut mengeluarkan keputusan lanjutan.

Dewan kompetisi, yang berwenang menentukan apakah suatu pertandingan perlu diulang akibat pelanggaran administratif, memutuskan bahwa laga tersebut tidak perlu dimainkan ulang. Dengan demikian, hasil akhir 6-0 tetap dinyatakan sah.

“Dalam konteks penyeimbangan kepentingan yang harus dilakukan oleh dewan kompetisi, dewan kompetisi berpendapat bahwa tidak dapat diterima jika ketidakpastian di luar ranah olahraga dan regulasi menyebabkan gangguan pada kompetisi,” demikian penjelasan dewan kompetisi. “Selain itu, hal ini juga dapat merugikan semua klub.” dilansir dari Voetbalprimeur


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patron Dukung Polri Tindak Sindikat Narkoba Berkedok Tempat Hiburan Malam
• 43 menit laludetik.com
thumb
Solusi Kebutuhan Usaha ala Wuling di GIICOMVEC 2026
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Puluhan Sungai & Muara Terdampak Bencana Sumatera Dinormalisasi
• 10 jam laludetik.com
thumb
BRI Super League: Kembali Tanpa Tomas Trucha, PSM Tetap Bidik Hasil Maksimal di Markas PSIM
• 4 jam lalubola.com
thumb
Astra komitmen dampingi transformasi desa berbasis potensi lokal
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.