Seorang wanita berinisial SE asal Menganti, Gresik, datang ke Kantor Pemkab Gresik. Dia sudah mengenakan seragam dan membawa SK tugas sebagai pegawai humas.
SE bahkan sempat bersalam-salaman dengan pegawai di sana. Namun ternyata diketahui SK yang dibawa palsu. SE ternyata korban penipuan rekruitmen PNS dengan modus SK palsu.
Kabag Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki, mengatakan kasus ini terungkap saat SE mendatangi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) dengan lengkap mengenakan seragam ASN pada Senin (6/4).
SE kemudian menemui petugas dan Imam dengan membawa SK, bermaksud untuk mulai bekerja. Kemudian, SE mengaku mendapat penempatan di "Bagian Humas". Padahal, nomenklatur itu sudah lama dihapus dan berhenti menjadi Bagian Prokopim.
"Awalnya saya kira ada PNS yang dimutasi dari tempat lain ke Bagian Prokopim. Mbaknya ini bilang ditugaskan di Bagian Humas. Mungkin dapat informasi Bagian Humas kantornya di sini. Padahal Bagian Humas sudah tidak ada," ujar Imam saat dikonfirmasi, Kamis (9/4).
Imam semakin curiga. Ia kemudian mengecek dokumen yang dibawa SE tersebut. Dalam dokumen itu terpampang SK pengangkatan tahun 2024 yang telah dilegalisasi. Namun, kata Imam, terdapat perbedaan pada tanda tangan pejabat yang tertera di SK itu.
"Bawa SK pengangkatan PNS tahun 2024 dilegalisir. Di SK tertera nama pejabat Pemkab Gresik. Setelah kami cek ternyata nama sama tapi tanda tangannya tak sama," ucapnya.
Dari pengakuan SE, ada sekitar 12 hingga 15 orang lainnya yang diduga dijanjikan hal yang sama dan dijadwalkan mulai bertugas di lokasi berbeda pada hari yang sama.
"Korban bilang, temannya banyak yang seperti dirinya, ada puluhan orang antara 12-15 orang, sama-sama dapat penugasan jadi PNS di Gresik pada hari sama di tempat berbeda. Coba ditanyakan langsung ke BKPSDM," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan pendalaman.
"Iya, ini masih ditelusuri sama tim kita," ujar Agung.




