Menaker Usul Program Magang Nasional Tahun Ini Terima 150 Ribu Orang

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan peningkatan kuota Program Magang Nasional menjadi 150 ribu peserta pada 2026.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan, usulan itu telah diajukan kepada Presiden Prabowo dan kini masih menunggu kepastian anggarannya.

"Kita lihat antusiasme yang luar biasa dari peserta kemudian apresiasi dari perusahaan, kami sudah mengusulkan program magang 2026, kami mengusulkan jumlahnya naik menjadi 150.000 orang," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4).

Yassierli menyebut, keberlanjutan program ini diharapkan bisa menjawab harapan para peserta magang agar program dilanjutkan.

“Surat sudah kami sampaikan kepada Pak Presiden dan kami masih menunggu ketersediaan anggaran dan semoga ini juga dengan dukungan dari apa, dari Kementerian Keuangan, dari Kemenko nanti program ini bisa kita laksanakan,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Yassierli, total peserta yang lolos seleksi Program Magang Nasional 2025 mencapai 102.696 orang.

Batch II menjadi penyumbang terbesar dengan 62.128 peserta, disusul Batch III sebanyak 24.456 peserta dan Batch I sebanyak 14.952 peserta. Sementara itu, Batch IB mencatat jumlah paling kecil dengan 1.160 peserta.

Selain program magang dalam negeri, Kemnaker juga mendorong penguatan program magang luar negeri. Pada 2025, RI telah mengirim hampir 20 ribu peserta ke berbagai negara, dengan Jepang menjadi tujuan utama.

"Ada juga magang luar negeri, jadi kami ingin melaporkan bahwa tahun lalu 2025, kita mengirim hampir 20.000 orang ke luar negeri, sebagian besar itu Jepang, melalui jejaring," kata Yassierli.

Di sisi lain, kata Yassierli, Kemnaker terus menjajaki peluang penempatan baru di luar negeri. Namun demikian, perluasan negara tujuan masih menghadapi kendala, terutama terkait kemampuan bahasa peserta.

"Kita masih fokus di Jepang, walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini usai Gempa M 4,7 di Flores Timur, 15 Warga Luka dan 100 KK Terdampak
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Bali Terapkan Sanksi Pemotongan Tunjangan bagi ASN yang Langgar Aturan WFH Setiap Jumat
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kutuk Serangan Israel ke Lebanon, Araghchi: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Perekonomian Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Baik dan Diproyeksikan 5,5 Persen
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Manajer Persib Bandung Tegaskan Tetap Konsentrasi, Perjalanan Tim Belum Usai
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.