Penulis: Adhy Mataratu
TVRINews, Nagekeo - Nusa Tenggara Timur
Upaya Pemerintah Pusat dalam meningkatkan sarana prasarana transportasi melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok. Salah satunya di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT ini dinilai sukses membuka keterisolasian wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Demzy Rangga, salah seorang warga Desa Ngera, Kecamatan Kota Keo, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan akses jalan tersebut. Menurutnya, sebelum adanya sentuhan program IJD, warga harus berjuang melewati medan berat dan jalan yang rusak parah.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui BPJN NTT yang telah membangun jalan di daerah kami di Kecamatan Mauponggo terkhusus sejumlah Desa yang sejak dulu terisolir akibat keterbatasan sana transportasi jalan," ujar Demzy saat ditemui, Kamis, 9 April 2026.
"Sejak dulu untuk mencapai kota kecamatan dan pasar saja warga harus berjalan kaki berkilo-kilo meter karena jalan yang rusak dan terjal yang membahayakan warga," jelasnya.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, perbaikan jalan ini juga mempermudah akses kesehatan masyarakat. Demzy menceritakan betapa sulitnya warga di daerah terpencil ketika harus berobat ke fasilitas kesehatan.
"Dulu kita mau ke puskesmas saja sangat susah apalagi mau ke Rumah sakit di Nagekeo butuh perjuangan karena memang jalannya sangat rusak, sekarang semua sudah bisa dicapai dengan mudah mau ke puskesmas, ke pasar bahkan menjual hasil perkebunan ke ibu kota sudah cukup gampang," tambahnya.
Harapan Kelanjutan Pembangunan
Meski sebagian besar jalan sudah tertangani, warga berharap program ini terus berlanjut hingga seluruh titik kerusakan teratasi secara total guna menciptakan konektivitas yang utuh antar-desa dan kecamatan.
Menanggapi harapan warga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1 NTT, Richard Manukoa, menjelaskan bahwa pihaknya masih memetakan area yang belum tersentuh. Untuk ruas Mauponggo–Ngera–Puuwada, saat ini masih tersisa sekitar 4,3 kilometer jalan yang dalam kondisi rusak berat.
"Di ruas itu memang masih tersisa 4,3 kilo meter yang belum ditangani dan memang kondisinya sangat rusak berat dan kita harapkan tahun anggaran 2026 ini kembali ditangani melalui program IJD," ungkap Richard mewakili Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN 4 BPJN NTT.
Richard merincikan, pembangunan di wilayah tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2023, pemerintah telah mengawali penanganan melalui IJD, yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 dengan pengerjaan jalan sepanjang lebih dari 4 kilometer.
"Karena itu, jika ada lanjutan pembangunan di tahun 2026 ini maka warga sudah tidak kesulitan lagi untuk bepergian," pungkas Richard.
Editor: Redaktur TVRINews





