Iran mengumumkan rute alternatif pada Kamis (9/4) bagi kapal-kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz, dengan alasan adanya risiko ranjau laut di jalur utama perairan strategis tersebut.
Mengutip AFP, Teheran diketahui telah menyetujui pembukaan sementara Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua pekan. Jalur ini merupakan salah satu rute vital, di mana sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melintas.
Menurut pernyataan yang dikutip media lokal, Garda Revolusi Iran menyampaikan seluruh kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz diminta untuk menggunakan rute alternatif guna menjaga keselamatan pelayaran dan menghindari potensi tabrakan dengan ranjau laut. Pernyataan tersebut juga memuat instruksi terkait jalur masuk dan keluar alternatif di kawasan selat tersebut.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku dari Selasa (7/4) malam hingga Rabu (21/4) dini hari, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil tindakan militer jika Iran tidak memenuhi tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sejak awal Maret, Teheran diketahui secara efektif menutup jalur pelayaran penting tersebut, yang kemudian memicu lonjakan harga energi global.





