Prabowo: Negeri Sebesar Kita Kalau Masih Mau Survive, Harus Mandiri Energi!

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menekankan, negara sebesar Indonesia harus mandiri dalam mengelola sumber daya alam paling mendasar. Energi menjadi salah satunya.

"Negara yang sebesar kita, kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri. Dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan," kata Prabowo saat meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Prabowo Targetkan Produksi Sedan Listrik Besar-besaran Tahun 2028

Prabowo menyatakan, setiap bangsa memang harus mandiri di bidang-bidang yang paling menentukan.

Selain energi, Indonesia perlu merdeka di bidang pangan. Ia bersyukur, Indonesia kini mampu mendeklarasikan diri berhasil swasembada beras dan sejumlah komoditas lain.

"Alhamdulillah, akibat kerja sama yang baik di antara banyak pihak, kita sudah mandiri di bidang pangan. Sudah relatif swasembada. Mungkin ada beberapa komoditi lagi, tapi kita intinya kita sudah tidak takut masalah pangan. Yang penting sekarang adalah pemerataan," ucap Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ingin Haji Tanpa Antre, Kemenhaj Kaji Skemanya

Adapun untuk mandiri di bidang energi, Kepala Negara sudah menyiapkan berbagai langkah strategis. Ia mengungkapkan, pemerintah berencana membangun pabrik sedan listrik untuk produksi besar-besaran pada tahun 2028.

Menurut Prabowo, industrialisasi adalah bagian akhir dari kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi sebuah bangsa.

"Menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi, memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," jelas dia.

Baca juga: Prabowo Berencana Mulai Bangun 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL Bulan Ini

Selain itu Indonesia mencanangkan program elektrifikasi 100 Gigawatt (GW) dalam dua tahun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lewat program ini, pihaknya akan menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga solat maupun diesel secara bertahap.

"Dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu," jelas Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejati Jakarta Geledah Ruangan Dirjen Kementerian PU, Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pembangunan Pendopo
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
6 Tempat Sembunyi Paling Susah Dicari di Mode Petak Umpet Roblox
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Naik 0,39%, IHSG Ditutup Tembus ke Level 7.307
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Climage Impact Innovation Challenge Cari Solusi Energi hingga Ekonomi Sirkular
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lesti Kejora Tak Pernah Buat Giveaway, Rizky Billar: Jangan Percaya Video AI
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.