Harga Emas Dunia Melesat Usai Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menuding Amerika Serikat (AS) melanggaran kesepatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disetujui bersama. Eskalasi perang memicu lonjakan pesat harga emas. 

Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pihaknya telah menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang diharapkan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang. Kesepakatan ini berhasil meredam gejolak di pasar karena sentimen pasar cenderung berubah menjadi relatif positif.

Baca Juga :
Netanyahu: Iran Jeda Perang dalam Kondisi Babak Belur, Israel Semakin Kuat
Trump Ultimatum Iran: Patuhi Gencatan Senjata atau Hadapi Serangan Lebih Besar!

“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami menilai itu sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi. Hampir semua poin perselisihan sebelumnya telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan difinalisasi dan diselesaikan,” kata Trump.

Melansir KITCO News, harga emas spot terakhir diperdagangkan di level US$4.809,20 atau sekitar Rp 82,19 juta (estimasi kurs Rp 17.090 per dolar AS) per ons pada penutupan perdagangan Rabu, 8 April 2026. Harga tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 2 persen dalam satu sesi perdagangan. 

Ilustrasi emas
Photo :
  • Halomoney.

Analis menuturkan, emas perlu menembus level US$4.800 untuk menarik minat beli lanjutan dari investor. Sementara itu, level psikologis US$5.000 per ons menjadi batas krusial berikutnya.

Harga perak juga ikut melesat lebih dari 4 persen menembus level US$76 atau sekitar Rp 1,29 juta per ons.

Tensi konflik perang AS-Iran juga mendorong harga minya dunia. harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 2,08 persen menjadi US$96,83 dan minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak 2,86 persen menjadi US$97,27.

Dalam laporan terbarunya, analis komoditas dari BMO Capital Markets melihat potensi kenaikan lanjutan untuk emas dan perak selama sentimen positif dari perkembangan konflik terus berlanjut. Selain faktor geopolitik, prospek penurunan suku bunga menjadi pendorong harga emas. 

“Dengan posisi spekulatif yang sempat turun signifikan sejak konflik dimulai, logam mulia kini memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan kenaikan selama aliran berita positif terus berlanjut," tulis analis BMO Capital Markets.

Sepanjang bulan Maret 2026, harga emas tercatat merosot lebih dari 11 persen sekaligus menandai penurunan bulanan terburuk sejak awal 1980-an. Tekanan terhadap aset logam mulia lantaran investor dan bank sentral terpaksa melepas emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. 

Baca Juga :
Trump Siagakan Militer AS di Sekitar Iran, Langsung Bombardir Jika Kesepakatan Gagal
Gencatan Senjata Iran Tak Mempan, Harga Minyak Masih Tembus Rp2,1 Juta per Barel
Keras! Iran Ultimatum AS: Pilih Gencatan Senjata atau Lanjutkan Perang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Lampung Ungkap Pengoplosan Solar Senilai Rp160,7 Miliar
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gubernur Kalbar Perkuat Kerja Sama dengan The Asia Foundation untuk Dorong IPM dan Tata Kelola Lingkungan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Menaker Bidik Program Magang Luar Negeri Tembus Lebih dari 20 Ribu Peserta di 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Proyek WtE Diklaim Bikin Warga Tak Perlu Bayar Iuran Sampah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Crystal Palace di ambang ke semifinal setelah libas Fiorentina 3-0
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.