Jakarta, VIVA – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menuding Amerika Serikat (AS) melanggaran kesepatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disetujui bersama. Eskalasi perang memicu lonjakan pesat harga emas.
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pihaknya telah menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang diharapkan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang. Kesepakatan ini berhasil meredam gejolak di pasar karena sentimen pasar cenderung berubah menjadi relatif positif.
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami menilai itu sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi. Hampir semua poin perselisihan sebelumnya telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan difinalisasi dan diselesaikan,” kata Trump.
Melansir KITCO News, harga emas spot terakhir diperdagangkan di level US$4.809,20 atau sekitar Rp 82,19 juta (estimasi kurs Rp 17.090 per dolar AS) per ons pada penutupan perdagangan Rabu, 8 April 2026. Harga tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 2 persen dalam satu sesi perdagangan.
- Halomoney.
Analis menuturkan, emas perlu menembus level US$4.800 untuk menarik minat beli lanjutan dari investor. Sementara itu, level psikologis US$5.000 per ons menjadi batas krusial berikutnya.
Harga perak juga ikut melesat lebih dari 4 persen menembus level US$76 atau sekitar Rp 1,29 juta per ons.
Tensi konflik perang AS-Iran juga mendorong harga minya dunia. harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 2,08 persen menjadi US$96,83 dan minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak 2,86 persen menjadi US$97,27.
Dalam laporan terbarunya, analis komoditas dari BMO Capital Markets melihat potensi kenaikan lanjutan untuk emas dan perak selama sentimen positif dari perkembangan konflik terus berlanjut. Selain faktor geopolitik, prospek penurunan suku bunga menjadi pendorong harga emas.
“Dengan posisi spekulatif yang sempat turun signifikan sejak konflik dimulai, logam mulia kini memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan kenaikan selama aliran berita positif terus berlanjut," tulis analis BMO Capital Markets.
Sepanjang bulan Maret 2026, harga emas tercatat merosot lebih dari 11 persen sekaligus menandai penurunan bulanan terburuk sejak awal 1980-an. Tekanan terhadap aset logam mulia lantaran investor dan bank sentral terpaksa melepas emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.





