JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 15 warga terluka akibat dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari berdasarkan laporan yang masuk hingga Kamis (9/4/2026), jumlah korban luka berat sebanyak lima orang.
Ia menjelaskan, gempa bumi dengan magnitudo 4,7 itu terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (8/4) pukul 23.12 WIB.
“Lokasi berada di 21 kilometer tenggara Larantuka - NTT dan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 5 kilometer,” kata Muhari dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Kerusakan Gereja Akibat Gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara | SAPA SIANG
Saat gempa bumi terjadi, masyarakat merasakan guncangan selama kurang lebih dua hingga empat detik.
“Merujuk laporan sementara pada Kamis (9/4) pukul 11.00 WIB, lokasi terdampak berada di Desa Terong Kecamatan Adonara Timur,” lanjutnya.
“Sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan 10 orang warga luka ringan, sedangkan total populasi terdampak sebanyak 100 kepala keluarga,” kata Muhari.
Ia menyampaikan, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur sudah berada di lapangan untuk melakukan upaya penanganan darurat bencana.
“Seperti pendataan, monitoring dampak gempa, pendirian tenda pengungsi dan pendistribusian bantuan bagi para warga terdampak,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- gempa bumi flores timur
- gempa bumi
- bnpb
- badan nasional penanggulangan bencana
- korban gempa bumi




