Lebih dari seratus tumpeng dari berbagai elemen masyarakat dan instansi memadati halaman Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Kamis (9/4), dalam rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Dharma Wanita, BKOW, dan Bhayangkari, hingga institusi perbankan dan perguruan tinggi.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-271 DIY, Srie Nurkyatsiwi, menyebut jumlah peserta tahun ini melampaui ekspektasi panitia.
"Pesertanya luar biasa, lebih dari 100 peserta. Kami melihat bagaimana makna hari jadi ke-271 ini dituangkan secara kreatif melalui tumpeng. Ada yang membuat simbol angka dua, tujuh, dan satu," ujar Srie Nurkyatsiwi, Kamis (9/4).
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan tiga aspek: rasa, kreativitas, dan filosofi sajian. Komunitas Umum atas nama Nafa Mosa Mahesa Ayo keluar sebagai Juara 1 dengan skor tertinggi 383. Bhayangkari DIY meraih Juara 2, disusul TP PKK Kemantren Jetis di posisi Juara 3. Untuk kategori juara harapan, DWP Sekretariat DPRD DIY menempati posisi pertama, diikuti TP PKK Kapanewon Pleret di posisi kedua, dan Pariselo di posisi ketiga.
Salah satu sajian yang menyita perhatian juri adalah Tumpeng Punar Jagung dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD DIY, peraih Juara Harapan 1. Tumpeng ini menggunakan bahan baku jagung dan singkong—dikenal sebagai jagung analog—sebagai pengganti beras.
Perwakilan DWP Sekretariat DPRD DIY, Marlina, menyatakan pemilihan bahan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan alternatif pangan pokok non-beras, sekaligus menawarkan pilihan yang dinilai lebih sesuai bagi penderita diabetes.
"Kami ingin menambah pilihan bahan baku pokok selain beras. Proses masaknya pun ternyata lebih cepat dibanding beras biasa, namun rasa tetap gurih atau dalam bahasa Jawa disebut punar," ujar Marlina.
Proses persiapan tumpeng tersebut dimulai sejak sore hari sebelum acara. Pengolahan gudeg sebagai salah satu lauk membutuhkan waktu lebih dari lima jam untuk menghasilkan warna merah alami dari gula merah.
Seluruh tumpeng yang telah dinilai kemudian disajikan untuk dinikmati bersama oleh tamu dan pengunjung melalui tradisi Kembul Bujono atau makan bersama. Panitia juga melibatkan pedagang angkringan dalam perayaan tersebut.
Hari Jadi DIY ke-271 diperingati setiap tanggal 9 April, merujuk pada tanggal berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kompleks Kepatihan, yang merupakan pusat pemerintahan Pemda DIY, menjadi lokasi utama penyelenggaraan rangkaian acara peringatan tersebut.





