Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bertemu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di kantin Balai Kota Yogyakarta, Kamis (9/4).
Dalam pertemuan dengan wali kota yang juga kader PDI Perjuangan ini, Hasto membahas soal rekonsolidasi fiskal. Dia mengatakan rekonsolidasi fiskal adalah instruksi dari Ketum Megawati Soekarnoputri.
"Berdiskusi dengan Pak Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogya karena kebijakan dari Ibu Megawati Soekarnoputri tiga hari setelah terjadinya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, maka kemudian Ibu Mega mengeluarkan instruksi untuk melakukan rekonsolidasi fiskal," kata Hasto.
Hasto mengatakan, saat ini pemerintah pusat tengah mengambil kebijakan pemotongan anggaran transfer ke daerah.
"Sehingga kemudian kami banyak berdiskusi dengan Pak Hasto di dalam rekosolidasi fiskal. Alhamdulillah untuk di Kota Jogja, program-program inovasi yang dilakukan justru malah meningkatkan pendapatan asli daerah yang pertama kalinya mencapai Rp 1 triliun," katanya.
Hal serupa juga terjadi di Jakarta yang dipimpin Gubernur Pramono Anung dan Rano Karno.
"Di Jakarta di bawah kepemimpinan Pak Pramono Anung dan Rano Karno juga mampu menaikkan PAD dengan cara-cara yang inovatif, kreatif, tanpa menciptakan beban tambahan kepada rakyat," katanya.
Semalam saat berdiskusi dengan Wali Kota Yogyakarta, salah satu yang dibahas adalah mematangkan program padat karya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Misalnya untuk rehabilitasi Sungai Code yang nanti juga diintegrasikan dengan upaya peningkatan kemampuan produksi rakyat," katanya.
"Sehingga saat ini seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan saling berbagi pengalaman untuk kemudian menampilkan daya kreativitas di tengah berbagai kesulitan-kesulitan dalam kehidupan perekonomian kita agar rakyat menjadi fokus perhatian utama kita," ujarnya.





