Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul beredarnya isu kelangkaan BBM yang memicu kekhawatiran warga dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Andi menegaskan, ketersediaan stok BBM di Sulawesi Tenggara saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
"Hingga saat ini tidak ada kebijakan kenaikan harga BBM. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang belum jelas kebenarannya," ujar Andi Sumangerukka, dikutip Kamis, 9 April 2026.
Selain memastikan stok aman, Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi. Ia meminta warga untuk tidak mudah memercayai kabar yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas, karena berpotensi menimbulkan keresahan massal.
Menurutnya, aksi panic buying justru akan merugikan masyarakat sendiri. Pembelian yang melebihi kebutuhan normal dapat memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang kemudian menciptakan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan nyata di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan. Koordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, terus dilakukan guna menjamin distribusi BBM tetap berjalan lancar ke seluruh pelosok daerah.
"Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah gangguan distribusi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Gubernur Andi kembali menekankan bahwa harga BBM di wilayah Sulawesi, khususnya Sulawesi Tenggara, tetap stabil dan tidak mengalami perubahan harga.
Editor: Redaktur TVRINews




