Tegang, Menteri Pariwisata Gelagapan saat Ditanya Soal Anggaran Pada Rapat DPR, Saleh Daulay: Biasa Kita Hadapi Begini

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Secara tiba-tiba suasana menjadi tegang saat Kementerian Pariwisata melakukan rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI ketika membahas mengenai anggaran.

Sebab, ditemukan selisih data yang tidak sinkron pada anggaran yang dipaparkan dalam rapat tersebut.

Momen tersebut terjadi dalam forum yang digelar pada Rabu, 1 April 2026, dimana Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay yang memimpin jalannya rapat mempertanyakan secara terbuka mengenai keakuratan laporan anggaran yang disampaikan pihak kementerian.

Saleh Daulay menilai adanya data yang tidak konsisten dan berpotensi salah tafsir dalam pengawasan penggunaan anggaran negara.

Sontak publik menyoroti jawaban hingga ekspresi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan pemaparan.

Rapat yang disiarkan secara langsung melalui tayangan YouTube TV Parlemen itu menjadi viral di media sosial.

Saat menjawab pertanyaan mengenai adanya selisih angka, jawaban yang dipaparkan Widiyanti Putri belum dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Suasana semakin canggung hingga membuat Widya semakin tegang, terlihat dari ekspresinya yang tampak kebingungan.

“Ini bukan soal kira-kira. Angka itu harus eksak. Halaman 13 ini apa bu? Pemaparan soal apa? Program pemasaran kan?” tanya Saleh Daulay.

“Iya, tapi kan tadi bapak mempermasalahkan totalannya,” jawab Widiyanti sambil memaparkan jumlah anggaran.

Ekspresi Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana terlihat tegang
Sumber :
  • Tangkapan Layar TV Parlemen

Kemudian, keraguan terpancar dari raut wajah Widiyanti, ia tampak berhati-hati bahkan cenderung gelagapan, saat menjawab pertanyaan tajam mengenai arah detail anggaran program.

“Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu 5,7 ya? Betul ya 5,7. Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?” tanya Ketua Komisi VII DPR RI itu.

“Pemasaran, programnya Provinsi,” jawab Widiyanti dengan nada ragu.

“Tapi untuk penggunaan seperti pemasaran, begitu pak,” sambungnya.

Mendengar jawaban Menpar yang meragukan, ia meminta penjelasan langsung dari biro perencanaan Kementerian Pariwisata.

“Izin ya ibu, supaya saya clear, supaya jangan tumpang tindih penjelasan. Saya minta biro perencanaannya ada nggak? Coba angkat tangan,” tegas Saleh.

“Bapak dari tadi diam saja, coba ngomong dulu. Biasanya yang nyusun-nyusun begini kan Biro Perencanaan,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri! Driver Ojol di Medan Dibegal 8 Orang, Motor Baru Seminggu Dibawa Kabur
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Upaya Tekan Kemiskinan, PTPN I Regional 5 Salurkan Bantuan dan Modal Rp30,43 Miliar
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Saudi tak Keluarkan Visa Furoda, Publik Diminta Waspadai Iming-Iming Haji Kilat
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Panduan Lengkap Berkunjung ke GIICOMVEC 2026, Tiketnya Gratis!
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Hujan Badai Terjang Jember, Puluhan Pohon Tumbang hingga Picu Banjir
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.