Pemda Kewalahan Atasi Gempa Adonara, Minta Bantuan Pemerintah Pusat

kompas.id
14 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS — Gempa dangkal beruntun mengguncang Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026). Pemerintah daerah mengaku kewalahan sehingga meminta bantuan dari pemerintah pusat.

”Stok beras di sini habis. Tenda yang kami bawa juga bekas pakai dari lokasi pengungsian erupsi (Gunung Lewotobi Laki-laki),” ujar Maria Goretty AC Nebo Tukan, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur lewat sambungan telepon, Kamis (9/4/2026) sore.

Menurut Goretty, perhatian pemerintah daerah saat ini masih tercurah kepada nasib pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang juga berada di wilayah Flores Timur. Ribuan pengungsi yang tinggal di hunian sementara masih terus didampingi. Pembangunan hunian tetap kini berproses.

Untuk membantu korban gempa di Adonara, lanjut Goretty, pihaknya telah berkoordinasi untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah beras dan tenda bagi pengungsi yang jumlahnya masih didata.

Gempa di Adonara sepanjang Kamis (9/4/2026) tersebut menyebabkan puluhan orang terluka dan ratusan rumah warga rusak. Hingga Kamis siang, gempa susulan sudah terjadi sebanyak 60 kali. Warga diimbau agar waspada dan menjauhi bangunan yang rawan ambruk akibat gempa yang masih terus terjadi.

Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Proses distribusi bantuan mulai dilakukan. Dari gudang logistik di Larantuka, ibu kota kabupaten, bantuan diseberangkan menggunakan kapal laut, lalu diangkut menggunakan truk ke lokasi pengungsian.

Dampak gempa

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama, dalam keterangan pers secara tertulis mengatakan, gempa pertama kali terjadi pada pukul 00.17 Wita pada koordinat  8,36 derajat lintang selatan dan 123,15 derajat bujur timur. Kekuatan gempa dengan magnitudo 4,7.

Serial Artikel

Gempa Flores dan Memori ”Desember Kelam” di Kepala Saya

Gempa yang mengguncang utara Pulau Flores pada Selasa (14/12/2021) mengingatkan kembali akan gempa serta tsunami yang menghancurkan daerah itu pada Sabtu (12/12/1992). Trauma itu kembali hadir.

Baca Artikel

Pusat gempa berlokasi di darat pada jarak 21 kilometer arah tenggara Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. Dari peta gempa yang dirilis BMKG, titik darat itu berada di ujung timur Pulau Solor dan sisi selatan Pulau Adonara.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," kata Arief.

Menurut data BMKG, gempa bumi tersebut dirasakan getarannya di seluruh wilayah Kabupaten Flores Timur dengan skala intensitas III-IV MMI. Kabupaten terdekat, yakni Lembata juga terasa getarannya. Digambarkan, getaran yang dirasakan seperti ada truk yang melintas.

Camat Adonara Timur Ismail Daton, lewat sambungan telepon, mengatakan, lebih dari 20 warga terluka akibat gempa. Para korban adalah mereka yang berlari sehingga terjatuh dan sebagian tertimpah reruntuhan bangunan. Belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Jumlah bangunan yang rusak, lanjut Ismail, lebih dari 100 unit rumah penduduk yang terdata di dua desa, yakni Terong dan Lamahala. Dua desa itu paling terdampak. "Kami masih terus melakukan pendataan. Data masih bergerak," kata Ismail.

Kewa Narek (62), warga Desa Pandai, sekitar 5 kilometer arah barat Desa Terong menuturkan, warga berlarian ketika guncangan. Guncangan guncang ke kiri dan ke kanan itu terjadi lewat tengah malam ketika mereka tertidur lelap.

Hingga saat ini, warga belum berani beraktivitas di dalam rumah mengingatkan gempa susulan masih terus terjadi. Hampir semua rumah di daerah itu berupa tembok sehingga rawan ambruk jika terjadi gempa dalam skala besar.

Menurutnya, masyarakat bahu membahu saling membantu meringankan beban para korban. Bantuan itu berupa makanan yang diantar langsung oleh warga dari berbagai perkampungan ke tempat pengungsian. Gerakan solidaritas berlangsung spontan.

Serial Artikel

Gempa Guncang Flores Timur, Ratusan Rumah Rusak dan Puluhan Warga Terluka

Pusat gempa bumi di Flores Timur berada di daratan sehingga berpotensi merusak. Gempa dangkal itu akibat aktivitas sesar aktif.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akses Jalan Cadas Pangeran yang Sempat Tertutup Longsor Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Revitalisasi Kota Tua Jakarta Dimulai, Fokus Zona Inti hingga Penataan PKL
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pengacara PT Unicomindo Minta Pemkot Surabaya Bayar Rp104 M Sesuai Putusan Pengadilan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menhub Dudy pastikan terus tingkatkan kualitas transportasi tanah air
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Dahsyat di Gunungsitoli, Lebih dari 20 Ruko Ludes Dilalap Api
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.