Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Penasihat Pemimpin Hizbullah, Naim Qadsem

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Militer Israel diketahui melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon pada Rabu 9 April tepatnya beberapa saat setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Dalam serangan Rabu kemarin, tokoh penasihat dekat pemimpin Hizbullah, Naim Qadsem tewas. 

“Kemarin, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan di wilayah Beirut dan menewaskan Ali Yusuf Harshi, sekretaris pribadi sekaligus keponakan Sekretaris Jenderal Hezbollah, Naim Qassem," demikian keterangan resmi dari Militer Israel  yang dirilis Kamis 9 April 2026, seperti dikutip dari laman Al Arabiya.

Baca Juga :
Wapres JD Vance Pimpin Delegasi AS untuk Negosiasi dengan Iran di Pakistan
Krisis Energi Global Belum Usai, 10 Persen Pasokan Minyak Dunia Masih Hilang

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Harshi merupakan orang kepercayaan sekaligus penasihat pribadi Qassem, yang memiliki peran penting dalam mengatur dan menjaga keamanan kantornya.

Militer Israel juga menyebut telah menyerang dua jalur penting yang digunakan Hizbullah untuk memindahkan senjata ke selatan Sungai Litani, serta 10 lokasi penyimpanan senjata, peluncur, dan pusat komando di Lebanon selatan.

Pada Rabu, Israel melancarkan serangan terbesarnya ke negara tetangga, Lebanon termasuk ke wilayah padat penduduk di pusat Beirut sejak kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran ikut terlibat dalam konflik pada awal Maret.

254 Orang Tewas

Serangan udara Israel menghantam sejumlah kawasan padat bisnis dan permukiman di pusat Beirut tanpa peringatan, menewaskan ratusan orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Hingga Kamis pagi 9 April 2026, Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi ini sebagai eskalasi berbahaya setelah Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara di berbagai wilayah negara tersebut.

“Ambulans masih terus membawa korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” ujar Nassereddine kepada Al Jazeera dikutip Kamis 9 April 2026.

Sementara itu, militer Israel menyatakan telah melakukan serangan terkoordinasi terbesar di Lebanon sejak memulai operasi militernya pada 2 Maret. Target serangan mencakup wilayah Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.

Baca Juga :
Masjid Al-Aqsa Dibuka Lagi Setelah 40 Hari Ditutup Israel
Netanyahu Tegaskan Israel Siap 'Kembali Berperang' Lawan Iran
AS Sebut Iran Salah Paham, Kesepakatan Gencatan Senjata Tidak Mencakup Lebanon

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dulu cuma bisa lihat di berita, sekarang anak sekolah bisa lihat langsung isi Istana Kepresidenan
• 18 jam lalubrilio.net
thumb
Hasil BAC 2026: Alwi Farhan, Putri KW, dan Sabar/Reza Tersingkir di 16 Besar
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
PLN Ungkap Sebab Pemadaman Listrik di Jakarta, Singgung Gangguan Suplai di Gardu
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lady Gaga Tumbang, Infeksi Pernapasan Bikin Konser Montreal Mendadak Dibatalkan
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Nggak Pernah Hitung Budget! Syifa Hadju Akui Habis Banyak Demi Rambut & Perawatan Diri
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.