Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan kelanjutan dari rencana perpanjangan MRT Jakarta dari Lebak Bulus hingga Serpong. Studi kelayakan proyek ini ditarget bisa rampung akhir tahun ini.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menuturkan saat ini studi tersebut sejak dikerjakan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan Sinarmas Land.
“Targetnya itu, MRT Jakarta dan Sinarmas Land akan menyelesaikan kajian ini di akhir tahun. Sudah mulai awal tahun dan targetnya akhir tahun selesai,” kata Allan dalam diskusi bersama Forwahub di Jakarta, Kamis (9/4).
Kemenhub menyambut baik proses studi tersebut. Jika nantinya rute MRT Jakarta diperpanjang, dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat.
“Karena ya setiap hari itu kan banyak ya, masyarakat yang menggunakan jalur ini, apabila ada MRT akan balik ke depannya akan mengurai kemacetan di jalan raya maupun tol,” ujarnya.
Sementara untuk rute MRT Jakarta Utara-Selatan sampai Monas nantinya ditarget untuk rampung tahun depan. Hal ini juga terus didorong oleh Pemprov Jakarta.
Sedangkan untuk MRT Jakarta Timur-Barat dari Balaraja ke Cikarang, Allan menjelaskan, proses konstruksinya akan dimulai tahun depan. Meski begitu, pembangunan awal rute tersebut tak akan langsung secara keseluruhan.
“Tapi tahap awal akan mulai di dalam kota Jakarta dulu dan konstruksinya ditargetkan dimulai di tahun ini seperti disampaikan oleh Direktur MRT Jakarta,” kata Allan.





