jpnn.com, JAKARTA - Aksi demonstrasi kembali digelar oleh Kesatuan Mahasiswa Dompu-Bima Jakarta di depan kantor DPP Partai Gerindra, Kamis (9/4). Aksi itu merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya pada 2 April 2026 yang menuntut pemecatan Bupati Dompu Bambang Firdaus dari keanggotaan partai.
Koordinator lapangan (korlap) aksi Andi Zurhum mengatakan demonstrasi ini merupakan bentuk tekanan moral kepada partai agar segera bersikap tegas.
BACA JUGA: Ribuan Penambang Rakyat Gelar Aksi Demo di Palu, Desak Pengecilan Wilayah Konsesi
“Aksi ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga moralitas publik dan integritas pejabat. Kami tidak ingin partai terkesan membiarkan persoalan serius ini tanpa tindakan,” ujar Andi dalam orasinya.
Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Bambang Firdaus dengan istri orang, menggemparkan publik di Nusa Tenggara Barat hingga tingkat nasional sejak awal Maret 2026. Apalagi posisi Bambang Firdaus sebagai ketua DPC partai Gerindra Dompu sekaligus kepala daerah periode 2025–2030.
BACA JUGA: Ratusan Mahasisw Demo, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan TNI Berhenti dari Jabatan Sipil
Di tengah polemik tersebut, Bambang Firdaus justru melaporkan sejumlah akun media sosial ke aparat penegak hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui UU ITE.
Sementara itu, DPD Gerindra NTB telah dua kali memanggilnya untuk klarifikasi internal, tetapi tidak direspons.
BACA JUGA: Ongen Sebut Seruan Jatuhkan Pemerintah Bukan Kritik Demokrasi, Tetapi Makar
Pada 7 April 2026, Sekretaris DPD Gerindra NTB Nauvar Furqony Farinduan melaporkan sikap tersebut ke DPP Gerindra di Jakarta sebagai bentuk eskalasi penanganan internal partai.
Dalam aksinya, mahasiswa mendesak DPP Partai Gerindra untuk segera menggelar rapat internal guna menindaklanjuti dugaan skandal yang melibatkan Bambang Firdaus, serta menegaskan bahwa apabila terbukti melakukan tindakan amoral, partai harus segera memecat Bambang Firdaus dari keanggotaan partai.
Mahasiswa juga menekankan bahwa dugaan pelanggaran ini bukan hanya persoalan pribadi, melainkan menyangkut etika pejabat publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.
Mereka turut mengingatkan pentingnya menjaga marwah partai serta nama baik pendirinya, Prabowo Subianto, yang selama ini dikenal menekankan disiplin kader.
Andi Zurhum mengatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga ada keputusan tegas dari partai.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada langkah nyata. Jika tidak ada respons, aksi dengan massa yang lebih besar akan kembali digelar,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib, dengan mahasiswa memastikan tekanan publik akan terus diperkuat hingga tuntutan mereka dipenuhi. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bersama Bawaslu Mengukuhkan Demokrasi
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




