Jakarta: FIFA resmi mengumumkan daftar perangkat pertandingan yang akan bertugas pada Piala Dunia 2026. Sebanyak 52 wasit utama, 88 asisten wasit, dan 30 wasit VAR dari enam konfederasi serta 50 federasi terpilih melalui proses seleksi ketat selama lebih dari tiga tahun.
"Para petugas yang terpilih telah menerima, dan akan terus menerima, dukungan komprehensif dari pelatih kebugaran dan staf medis kami, termasuk fisioterapis dan spesialis mental," ujar Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dalam keterangannya, dilansir Antara, Jumat, 10 April 2026.
Collina menegaskan bahwa penunjukan ini didasarkan pada prinsip "kualitas utama" serta konsistensi kinerja para kandidat di level internasional maupun domestik dalam beberapa tahun terakhir. Ia memastikan seluruh perangkat pertandingan merupakan yang terbaik di dunia untuk mengawal turnamen terbesar dalam sejarah FIFA.
Baca Juga :
Digelar 2 Bulan Lagi, Simak Daftar Lengkap Grup Piala Dunia 2026Persiapan Fisik dan Mental
Mengingat Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 tim dengan total 104 pertandingan, FIFA memberikan perhatian ekstra pada kesiapan para pengadil lapangan. Seluruh perangkat pertandingan dijadwalkan berkumpul di Miami mulai 31 Mei mendatang untuk menjalani persiapan akhir.
"Tujuan kami memastikan mereka berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal ketika mereka tiba di Miami pada 31 Mei," sambung legenda wasit asal Italia tersebut.
Piala Dunia 2026. Foto: Dok. Antara.
Selama di Miami, mereka akan mengikuti rangkaian seminar, lokakarya, dan pemantauan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin kemampuan maksimal wasit saat memimpin pertandingan yang diprediksi akan sangat kompetitif.
Eksistensi Wasit Perempuan
Piala Dunia 2026 juga kembali memberikan panggung bagi wasit perempuan. Sebanyak enam wasit perempuan terpilih untuk bertugas, yang sekaligus mempertegas komitmen FIFA dalam mengembangkan kualitas perwasitan wanita di level tertinggi sepak bola pria.
Keterlibatan para wasit wanita ini diharapkan dapat memberikan warna baru dan membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan di lapangan hijau tidak lagi terbatas pada gender, melainkan murni berdasarkan kompetensi dan performa.




