REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Hollywood Mark Ruffalo melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemeran superhero Hulk tersebut menyebut Trump sebagai maniak genosida, menyusul pernyataan kontroversialnya terkait Iran.
Trump memicu kepanikan luas pada Selasa (7/4/2026), setelah mengancam akan membombardir infrastruktur energi Iran dan memusnahkan seluruh peradaban mereka jika negara tersebut tidak memenuhi tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan. Meskipun Trump akhirnya Trump menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, langkah tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Amerika.
Baca Juga
Jimmy Kimmel Sindir Trump Soal Ancaman Serangan ke Iran
Baliho Film Aku Harus Mati Menuai Kritik, Ini Tanggapan Sutradara
Studio Film Aku Harus Mati Seperti tak Peka Isu Kesehatan Mental
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Ruffalo. Melalui unggahan di X, aktor tersebut menyebut bahasa yang digunakan Trump sebagai bahasa seorang maniak genosida.
Pengunjuk rasa membawa spanduk anti-Presiden AS Donald J Trump dalam aksi No King di Chicago, Illinois, Sabtu (28/3/2026). - (REUTERS/Jim Vondruska)
.rec-desc {padding: 7px !important;} "Ini adalah bahasa seorang maniak genosida. Ini adalah jenis bahasa yang sama yang menyebabkan genosida di Gaza yang sangat dibantu oleh AS. Sekarang kita memiliki Presiden AS yang mengulanginya sendiri. Bahasa seperti ini mengarah pada genosida. Orang ini seharusnya berada di balik jeruji besi," kata Ruffalo seperti dilansir laman Irish Star, Kamis (9/4/2026).
Komentar Ruffalo juga merujuk pada konflik di Gaza, yang oleh sejumlah laporan disebut sebagai genosida terhadap warga Palestina. Dalam konflik tersebut, dilaporkan lebih dari 60 ribu warga sipil meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka.