Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 10 April 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan akan ditutup melemah pada rentang Rp17.090-Rp17.140 per dolar AS hari ini, Jumat (10/6/2026).

Mengutip data Tradingview pada Kamis (9/6/2026), rupiah ditutup stagnan pada level Rp17.087 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,08% ke 99,05.

Sejumlah mata uang lainnya ditutup bervariasi seperti yen Jepang yang melemah 0,30%, yuan China turun 0,13%, dolar Singapura melemah 0,13%, dan won Korea Selatan turun 0,16% terhadap dolar AS.

Lalu dolar Hong Kong turun 0,02%, dolar Taiwan melemah 0,07%, ringgit Malaysia melemah 0,25%, peso Filipina melemah 0,49%, dan baht Thailand turun 0,14% pada perdagangan sore ini. 

Baca Juga : Ujian Kebijakan Moneter Bank Indonesia kala Rupiah dan Cadev Tertekan

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut dan ketegangan geopolitik kembali meningkat di Timur Tengah. Hal ini mengaburkan prospek migas, karena jalur penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global sebagian besar tetap terblokir meskipun ada gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. 

Pergerakan kapal yang terbatas dan terkontrol ketat telah dilanjutkan, tetapi gangguan pengiriman tetap ada, dengan Iran mempertahankan kendali signifikan atas transit dan akses.

Sentimen pasar juga semakin terganggu oleh meningkatnya serangan Israel di Lebanon, yang berisiko merusak gencatan senjata yang rapuh.

Iran mengatakan pembicaraan damai dengan AS akan tidak masuk akal setelah serangan terbaru, dengan alasan bahwa serangan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diumumkan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, yang memicu harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengurangi hambatan pasokan. 

Namun, para analis memperingatkan bahwa gangguan struktural pada rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki. 

Sementara itu, menurut risalah FOMC bulan Maret yang dirilis pada hari Rabu, para pejabat Fed masih memperkirakan akan menurunkan suku bunga tahun ini, bahkan di tengah tingkat ketidakpastian yang tinggi dari perang Iran dan tarif.

Para pembuat kebijakan menyatakan bahwa mereka perlu tetap gesit saat mereka mempertimbangkan dampak perang terhadap inflasi, yang terus berada di atas target Fed, dan perekrutan tenaga kerja, yang sebagian besar stagnan selama setahun terakhir.

Dari dalam negeri, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7%, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8%. Meski direvisi turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2%.

Adapun prospek ekonomi kawasan dipengaruhi tiga faktor eksternal utama, yakni konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan global, dan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Sebelumnya, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pertumbuhan diperkirakan berada di level 4,8% dari sebelumnya 5%. Revisi ini muncul di tengah tekanan global yang meningkat, terutama akibat lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik.

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Namanya Dicatut di Akun Facebook, Dewi Perssik Curiga Ulah Orang Terdekat: Aku Sudah Biasa Dikhianati
• 13 jam lalugrid.id
thumb
KSAU Beberkan Capaian TNI AU, "Air Drop" Bantuan di Gaza hingga "Zero Accident"
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Kendaraan Listrik: Solusi Masa Depan atau Masalah Baru?
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BPDP Jadi Lokomotif Pengembangan SDM Sawit Nasional, Kontribusi Positif untuk Kemajuan Industri
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.