Gara-gara Israel Bombardir Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz: Apa Gunanya Perjanjian Gencatan Senjata dengan AS?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah militer Isra membombardir Lebanon yang menewaskan 112 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan ini memicu Iran menutup kembali Selat Hormuz, jalur laut vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Lantas, apa gunanya perjanjian gencatan senjata antara AS-Iran?

Serangan terkoordinasi terbesar yang dilakukan Israel di seluruh Lebanon ini menargetkan ratusan anggota Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, di pusat-pusat komando mereka. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa operasi ini merupakan pukulan terkonsentrasi terbesar sejak Operasi Beepers pada tahun 2024.

Serangan Terbesar Israel di Lebanon

“IDF melakukan serangan mendadak terhadap ratusan anggota Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers,” jelas Katz dalam pernyataan video yang dirilis pada Rabu (8/4/2026).

Militer Israel menyebut serangan ini sebagai gelombang serangan udara terbesar ke Lebanon, dengan lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah diserang dalam waktu hanya 10 menit. Wilayah yang menjadi sasaran utama meliputi pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di bagian timur.

Serangan ini menyebabkan kepanikan di ibu kota Beirut, menandai serangan paling keras sejak awal konflik dengan Hizbullah. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan korban tewas mencapai 112 orang dengan 837 lainnya terluka.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bersamaan dengan serangan Israel, otoritas Iran mengambil langkah strategis dengan menutup kembali Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan penutupan ini sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon.

Dua kapal tanker, NJ Earth berbendera Yunani dan Daytona Beach berbendera Liberia, menjadi kapal pertama yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan. Namun, penutupan jalur strategis ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah laporan penutupan Selat Hormuz yang disampaikan media Iran, menyebutnya sebagai “palsu.”

“Presiden telah mengetahui laporan tersebut sebelum saya naik ke podium, itu sama sekali tidak dapat diterima dan sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan apa yang mereka katakan secara pribadi,” kata Leavitt kepada wartawan. “Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini,” tambahnya.

Israel Tegaskan Serangan Terus Berlanjut

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya akan terus melancarkan serangan terhadap Hizbullah “di mana pun diperlukan” untuk memulihkan keamanan di utara Israel.

“Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, ketepatan, dan kegigihan,” tulis Netanyahu di akun X pribadinya pada Kamis (9/4/2026).

“Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel — kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan, sampai kami sepenuhnya memulihkan keamanan bagi penduduk di utara Israel,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapten Persebaya Bruno Moreira Segera Hengkang? Kontrak Habis 30 April 2026, Bonek: Jangan Pernah Pergi!
• 22 jam laluharianfajar
thumb
World Bank Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik Melambat, Ini Respons Purbaya
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
4 Tahanan Kabur Polres Bangka Ditangkap, 2 Buron
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
PSIM vs PSM, Gala Minta Doa Masyarakat Makassar
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
TAUD Duga Ada Keterlibatan Sipil dalam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.