Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa bumi di Terong, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Kamis (9/4/2026). Sejumlah bangunan mengalami kerusakan pada bagian dinding hingga atap akibat guncangan yang terjadi pada dini hari.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur mencatat sebanyak 79 rumah terdampak gempa berkekuatan 4,7 magnitudo. Kerusakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Desa Lamahala dan Desa Terong, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang masih bertahan di sekitar permukiman terdampak.
Bupati Flores Timur, Anton Donni Dihen, mengatakan telah menugaskan BPBD untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat.
“BPBD Flores Timur sudah ke lokasi. Perlengkapan seperti tenda dan terpal sudah disiapkan dan sebagian telah didistribusikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Flores Timur, Ferdy Moat Aeng, menyebutkan bahwa berdasarkan data sementara, puluhan rumah mengalami kerusakan di dua desa tersebut.
Hingga saat ini, warga mulai membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan. Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan serta penanganan guna memastikan kondisi warga pascagempa tetap terkendali.





