Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Gorontalo
Pemerintah terus mendorong kawasan transmigrasi sebagai penopang ketahanan pangan nasional melalui sinergi lintas kementerian untuk memperkuat pasokan beras. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa wilayah transmigrasi memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan yang selama ini telah menopang kebutuhan masyarakat.
"Dari beberapa data menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi itu adalah lumbung pangan dan menjadi sentra produksi beras," ujar Viva Yoga dalam keterangan yang dikutip, Jumat 10 April 2026.
Dalam upaya tersebut, Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan ekstensifikasi serta intensifikasi pertanian, termasuk penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini didasarkan pada pendataan langsung mengenai kebutuhan riil para petani di kawasan transmigrasi.
"Kita data kebutuhan dari masyarakat transmigrasi yang bertani, kemudian kita melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian tentang alokasi anggaran, kemudian sarana prasarana, dan kebutuhan infrastruktur yang ada di kawasan transmigrasi dan sekarang sudah berjalan," katanya.
Sejalan dengan hal itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa para transmigran merupakan patriot bangsa yang menjadi tonggak penting dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia. Saat ini, Kementerian Transmigrasi menjalankan empat amanat utama dari Presiden RI.
Amanat pertama adalah menjaga keutuhan NKRI melalui pemerataan penduduk yang mendorong proses asimilasi serta akulturasi budaya. Kedua, program transmigrasi bertujuan memberantas kemiskinan dengan memberikan lahan sebagai bagian dari reforma agraria agar masyarakat dapat mengubah nasib di kawasan baru.
Ketiga, penguatan kawasan transmigrasi sebagai sentra produksi beras diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Terakhir, melalui program transmigrasi, pemerintah berupaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews





