Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua wilayah aglomerasi. Kedua wilayah itu yakni Balikpapan dan Samarinda.
Hanif mengatakan pembangunan PSEL dikejar sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan isu sampah.
Baca Juga :
Presiden Prabowo Apresiasi Elang Muda pada HUT Ke-80 TNI AUHanif menyebut pembangunan PSEL merupakan salah satu upaya yang terus dikejar untuk menyelesaikan isu sampah. Termasuk, untuk mencapai tingkat penanganan sampah nasional pada 2026 sebesar 63,41 persen.
Ilustrasi sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Foto: Dok. Antara.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengatakan pembangunan PSEL akan dilakukan di wilayah Balikpapan dan Samarinda. Cakupan wilayah pengelolaan, termasuk sampah yang berasal Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Karena kita diapit dengan Kutai Kertanegara, maka di pesisir di Balikpapan, Muara Jawa, Samboja Barat, dan Samboja bersama dengan OIKN. Sementara di Samarinda Raya, kita bersama dengan Kutai Kertanegara, Marangkayu, Muara Badak, dan Anggana di sana untuk aglomerasi di Samarinda Raya," kata Rudy.
Pembangunan PSEL itu diharapkan dapat mendukung penyelesaian persoalan sampah di wilayah Kaltim.




