Departemen Perang AS Serang Puluhan Ribu Target di Iran, Hancurkan Fondasi Industri Pertahanan

erabaru.net
22 jam lalu
Cover Berita

Di Timur Tengah telah berlangsung hampir enam minggu. Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran, menewaskan puluhan pimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran, serta secara signifikan melumpuhkan kemampuan serangan Iran.

EtIndonesia. Sejak 28 Februari, Amerika Serikat meluncurkan operasi militer “Epic Fury” (Amarah Epik), yang berkoordinasi dengan operasi Israel “Roaring Lion” (Singa Mengaum), dengan sasaran kepemimpinan Iran, pangkalan rudal, dan fasilitas nuklir yang tersisa.

Departemen Pertahanan AS pada Rabu mengumumkan bahwa selama 38 hari operasi, lebih dari 13.000 target di Iran telah diserang, yang secara besar melemahkan kemampuan balasan militer Iran.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan sekitar 80% sistem pertahanan udara Iran, menyerang lebih dari 1.500 target pertahanan udara, lebih dari 2.000 titik komando dan jaringan logistik. Selain itu, lebih dari 700 serangan udara telah dilakukan, menghancurkan 95% ranjau laut milik Iran, serta menyerang hampir 80% fasilitas industri nuklir, sehingga fondasi industri pertahanan Iran mengalami kerusakan besar.

Operasi “pemenggalan kepemimpinan” terhadap petinggi Garda Revolusi Iran juga terus berjalan. Sejak perang dimulai, mulai dari panglima tertinggi, kepala intelijen, hingga penanggung jawab operasi luar negeri, hampir 50 orang dilaporkan tewas, sehingga kemampuan komando militer Iran terpukul berat.

Setelah mencabut ultimatum terakhir terhadap Iran pada Selasa, Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa fasilitas nuklir Iran yang telah dihancurkan terus dipantau secara ketat oleh satelit militer AS, dan “tidak ada aktivitas sejak serangan terjadi.”

Dalam dua hari terakhir, seiring meningkatnya peringatan dari Trump terhadap Iran, AS dan Israel juga meningkatkan intensitas serangan mereka.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Senin menyatakan bahwa serangan udara gabungan AS-Israel merupakan yang “terbesar dan paling intens” sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Sementara itu, pada Selasa, Israel menghancurkan delapan jembatan penting di Iran, yang sangat mengganggu distribusi logistik dan pergerakan pasukan.

Reporter NTD Television Guo Yuexi melaporkan dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Siapkan Afirmasi dan Beasiswa untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Pesantren
• 21 jam laludisway.id
thumb
Prabowo: Satgas PKH Berhasil Selamatkan Aset Hutan Rp 370 Triliun, Setara 10 Persen APBN
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Penyebab Pemadaman Listrik Mendadak Sejumlah Wilayah di Jakarta Pada 9 April 2026
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
Pemerintah Tidak Berencana Tarik Pasukan TNI di Lebanon, tapi Tetap Evaluasi
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Mendagri dan Menteri PKP Gaspol Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Tegaskan Negara Hadir di Perbatasan
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.