9 Orang Tertipu Penerimaan PNS di Pemkab Gresik, Ditempatkan di Humas-Dinsos

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 9 orang diduga menjadi korban penipuan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Penipuan ini dengan modus menggunakan SK palsu yang diserahkan kepada para korban.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, mengatakan kasus dugaan penipuan ini diketahui setelah pihaknya mengecek dokumen para korban yang tidak sesuai dengan prosedur.

"Dari hasil verifikasi awal, ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari ketidaksesuaian alur administrasi, format dokumen, hingga mekanisme penempatan," kata Agung saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).

Berdasarkan keterangan korban, mereka ditempatkan di beberapa dinas di Pemkab Gresik, mulai bagian humas hingga dinas sosial.

"Dalam dokumen tersebut, para korban disebutkan ditempatkan di sejumlah perangkat daerah, seperti Bagian Humas, Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Bagian Umum, hingga Dinas Sosial," ucapnya.

Ia menyampaikan, pada tahun 2026 ini, Pemkab Gresik tidak membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Agung mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan keabsahan data kepegawaian, termasuk Nomor Induk Pegawai (NIP), melalui laman resmi BKPSDM Kabupaten Gresik pada menu Informasi Publik - Validasi NIP ASN: https://bkpsdm.gresikkab.go.id/pages/validasi-nip-asn-kabupaten-gresik

"Sistem rekrutmen ASN telah terintegrasi secara nasional melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," katanya.

"Seluruh proses pendaftaran dan seleksi ASN dilakukan secara resmi melalui portal SSCASN milik BKN. Di luar mekanisme tersebut dapat dipastikan tidak resmi," tambahnya.

Sebelumnya, kasus dugaan penipuan penerimaan PNS ini awal diketahui saat terdapat seorang wanita berinisial SE datang ke kantor Prokopim Setda Gresik sudah mengenakan seragam dan membawa SK tugas sebagai humas pada Senin (6/4).

SE bahkan sempat bersalam-salaman dengan pegawai di sana. Namun, ternyata SK yang dibawa palsu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah dan Anak Duel Pakai Parang di Agats, Sama-Sama Roboh Bersimbah Darah
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
"Aku Harus Mati": Ketika Industri Film Menjual Keputusasaan di Ruang Publik
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Konflik Geopolitik Tekan Pasokan Plastik, Indonesia Siapkan Alternatif Berbasis Potensi Lokal
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Seskab Teddy Pastikan Pasukan TNI Tetap Bertugas di UNIFIL
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Fabio Calonego Tak Kehilangan Motivasi: Maanfaatkan Sekecil Apa pun Peluang Persija untuk Juarai BRI Super League Musim Ini
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.