Sebanyak 9 orang diduga menjadi korban penipuan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Penipuan ini dengan modus menggunakan SK palsu yang diserahkan kepada para korban.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, mengatakan kasus dugaan penipuan ini diketahui setelah pihaknya mengecek dokumen para korban yang tidak sesuai dengan prosedur.
"Dari hasil verifikasi awal, ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari ketidaksesuaian alur administrasi, format dokumen, hingga mekanisme penempatan," kata Agung saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).
Berdasarkan keterangan korban, mereka ditempatkan di beberapa dinas di Pemkab Gresik, mulai bagian humas hingga dinas sosial.
"Dalam dokumen tersebut, para korban disebutkan ditempatkan di sejumlah perangkat daerah, seperti Bagian Humas, Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Bagian Umum, hingga Dinas Sosial," ucapnya.
Ia menyampaikan, pada tahun 2026 ini, Pemkab Gresik tidak membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Agung mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan keabsahan data kepegawaian, termasuk Nomor Induk Pegawai (NIP), melalui laman resmi BKPSDM Kabupaten Gresik pada menu Informasi Publik - Validasi NIP ASN: https://bkpsdm.gresikkab.go.id/pages/validasi-nip-asn-kabupaten-gresik
"Sistem rekrutmen ASN telah terintegrasi secara nasional melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," katanya.
"Seluruh proses pendaftaran dan seleksi ASN dilakukan secara resmi melalui portal SSCASN milik BKN. Di luar mekanisme tersebut dapat dipastikan tidak resmi," tambahnya.
Sebelumnya, kasus dugaan penipuan penerimaan PNS ini awal diketahui saat terdapat seorang wanita berinisial SE datang ke kantor Prokopim Setda Gresik sudah mengenakan seragam dan membawa SK tugas sebagai humas pada Senin (6/4).
SE bahkan sempat bersalam-salaman dengan pegawai di sana. Namun, ternyata SK yang dibawa palsu.





