Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja guna memperkuat daya saing manufaktur nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bersama PT Mayora Indah dalam program pengembangan SDM industri yang diselenggarakan di 13 unit pendidikan tinggi vokasi milik Kemenperin, terdiri atas 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 7 balai diklat industri.
Dalam salah satu program unggulan, yakni kelas industri, Kemenperin bersama Mayora berhasil meluluskan 111 siswa: 26 lulusan dari SMK-SMTI Pontianak dan 85 lulusan dari SMK-SMTI Padang.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, program ini dirancang secara kolaboratif melalui penyusunan kurikulum berbasis industri, pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan praktisi industri, serta penguatan kompetensi siswa melalui praktik kerja industri.
“Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memenuhi kebutuhan dunia kerja,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Jumat (10/4).
Tidak hanya lulus program kelas industri, sejumlah 73 orang siswa sekolah vokasi Kemenperin tersebut juga langsung terserap kerja di PT Mayora Indah, Tbk. Hasil ini menjadi bukti bahwa lulusan sekolah vokasi Kemenperin siap berkontribusi secara langsung di dunia industri dan program kelas industri yang dijalankan selama ini berhasil menyiapkan kompetensi yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
HRD Manager Regional PT Mayora Indah, Tbk Soekma Swasono Darmawan menyampaikan, para lulusan telah menyelesaikan proses pendidikan dengan pembekalan kompetensi teknis, pengalaman praktik, serta pemahaman terhadap budaya kerja industri.
“Dari 10 lebih total sekolah yang bekerja sama dengan Mayora, hanya sekolah dari Kemenperin yang masuk ke dalam program Mayora Academy dan diterima langsung bekerja dengan waktu probation enam bulan. Sekolah lainnya harus jadi outsourcing dalam tiga tahun, baru bisa menjalani asesmen untuk jadi karyawan tetap,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari turut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Mayora Indah, Tbk serta SMK-SMTI Pontianak dan SMK-SMTI Padang.
Baca Juga: 229 Juta Pengguna Internet, Kemenperin Dorong IKM Kuasai Pasar Digital
Baca Juga: Kebijakan TKDN Diperkuat, Kemenperin Hadirkan LSP untuk Jamin Kompetensi Verifikator
“Harapan kami, para lulusan kelas industri dapat menggunakan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama belajar untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri,” tuturnya.
Saat ini, Kemenperin tengah membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasinya melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026 pada tautan jarvis.kemenperin.go.id.





