KPK Sebut Uang di Safe House Bukan Cuma dari Suap Importasi

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami seluk beluk penerimaan uang yang ditemukan di safe house terkait kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai. Hasil pendalaman penyidik, sejumlah uang di safe house tidak cuma berkaitan dengan perkara yang diusut.

“Bahwa uang-uang yang ditemukan dan diamankan diduga tidak hanya berasal dari pengurusan importasi barang,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga :

Polisi Terima Laporan Terkait 4 Pegawai KPK Gadungan Peras Ahmad Sahroni
Budi mengatakan, ada sejumlah aliran dana tidak berkaitan dengan importasi PT Blueray (BR). Namun, KPK belum bisa memerinci asal usul keseluruhan uang yang ditemukan dalam safe house.

“Ini kan sudah bercampur. Oleh karena itu atas temuan tersebut, penyidik membutuhkan keterangan-keterangan yang bisa melengkapi temuan dalam pengeledahan tersebut,” ujar Budi.

KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).

Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Ijazah Sengaja Dibuat Panjang untuk Jatuhkan Pengaruh Jokowi di 2029?
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Vaksinasi Calon Jamaah Haji Mataram Rampung 100 Persen
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gapembi Jatim Dilantik, Pemerintah Tekankan Pengawasan Ketat 3.800 Dapur MBG
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Catatkan Kemenangan Pertama di Final Four Proliga 2026, Darko Dobreskov Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo atas JEP
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
73 Negara Dukung Inisiatif Indonesia soal Keamanan Pasukan Perdamaian UNIFIL
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.