Astronaut misi Artemis II dijadwalkan kembali ke Bumi pada Jumat (10/4) waktu AS atau Sabtu (11/6) pagi WIB, setelah menuntaskan perjalanan bersejarah mengelilingi orbit Bulan. Kapsul antariksa Orion yang ditumpanginya akan mendarat di Samudra Pasifik, dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, kini dalam perjalanan pulang setelah mencatat rekor sebagai manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi. Total perjalanan misi ini mencapai lebih dari 1,1 juta kilometer.
Fase paling krusial justru terjadi di akhir misi, saat memasuki atmosfer Bumi dari ketinggian sekitar 120 kilometer dengan kecepatan sekitar 38.000 kilometer per jam. Dalam delapan menit yang menentukan, kapsul Orion akan menghadapi suhu ekstrem hingga 2.760 derajat Celsius akibat gesekan dengan atmosfer.
Strategi masuk atmosfer diubah dibandingkan misi sebelumnya. Pada Artemis I, pelindung panas mengalami kerusakan akibat ekspansi gas di dalam material Avcoat. Untuk mengurangi risiko serupa, Artemis II menggunakan sudut masuk yang lebih curam agar waktu paparan panas bisa dipersingkat.
Kapsul Orion akan diselimuti plasma pijar yang memutus komunikasi sementara dengan pusat kendali selama proses masuk atmosfer Bumi. Setelah melewati fase tersebut, sistem parasut akan aktif secara bertahap untuk memperlambat laju kapsul.
Tiga parasut utama berdiameter lebih dari 35 meter akan terbuka di ketinggian sekitar 2.900 meter. Sistem ini menurunkan kecepatan kapsul hingga di bawah 32 kilometer per jam, cukup aman untuk pendaratan di laut.
Tim penyelamat dari Angkatan Laut Amerika Serikat sudah bersiaga menggunakan kapal amfibi USS John P. Murtha. Helikopter akan dikerahkan untuk menemukan dan mengevakuasi kapsul serta kru segera setelah mendarat.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, para astronaut akan keluar dari kapsul dalam kondisi selamat. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju misi pendaratan manusia di Bulan pada program Artemis berikutnya.





