FAJAR, JAKARTA – Narasi kontroversial kembali menyita perhatian jutaan pasang mata di TikTok dan platform X (Twitter). Kali ini, kata kunci Ibu Tiri vs Anak Tiri mendadak memuncaki daftar pencarian populer. Menyusul beredarnya potongan video di sebuah kebun sawit dan area dapur.
Banyak netizen yang bertanya-tanya mengenai keaslian dan asal-usul video tersebut. Muncul perdebatan panas di kolom komentar: apakah pemeran dalam video viral tersebut berasal dari Indonesia atau merupakan konten kiriman dari Thailand? Simak penelusuran fakta selengkapnya agar tidak terjebak informasi simpang siur.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kehebohan ini bermula saat sejumlah akun anonim mengunggah potongan klip dengan narasi drama keluarga antara ibu tiri dan anak tiri. Dua lokasi spesifik, yakni kebun sawit dan dapur, menjadi titik sentral yang paling banyak dibicarakan karena dianggap kontras dan mencolok.
Di platform X, tagar terkait video ini menyebar dengan cepat, memicu rasa penasaran netizen yang berburu link atau video lengkap. Namun, di balik viralnya konten tersebut, terdapat pola yang sering terjadi di media sosial: penggunaan judul provokatif untuk menarik engagement tinggi tanpa kejelasan konteks yang valid.
Menelusuri Jejak Digital
Salah satu poin yang paling banyak diperdebatkan adalah kewarganegaraan pemeran di dalamnya. Beberapa netizen mengklaim bahwa bahasa yang digunakan dalam video asli mengarah ke dialek negara tetangga, Thailand.
Namun, karena latar belakang kebun sawit yang sangat identik dengan lanskap perkebunan di Indonesia, banyak pula yang meyakini video tersebut berasal dari dalam negeri.
Berdasarkan penelusuran mendalam, fakta mulai terungkap bahwa sebagian besar video dengan narasi serupa yang beredar belakangan ini ternyata merupakan potongan film pendek. Alias konten kreatif asal Thailand yang kemudian diberi caption bahasa Indonesia oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Banyak akun yang sengaja membumbui narasi “Ibu Tiri” untuk menciptakan kesan skandal, padahal isi video aslinya seringkali hanyalah akting, parodi drama komedi, atau bagian dari promosi film.
Waspada Bahaya Phishing dan Malware
Pihak keamanan siber mengingatkan para pengguna media sosial untuk tidak sembarangan mengklik tautan (link) yang menjanjikan video penuh (full durasi) dari skandal ini.
“Seringkali narasi video viral seperti ini digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan link phishing atau malware yang dapat mencuri data pribadi di ponsel Anda,” tulis peringatan dari berbagai pengamat teknologi.
Cerdas Bermedia Sosial
Hingga saat ini, tidak ada bukti valid yang menyatakan bahwa video Ibu Tiri vs Anak Tiri tersebut adalah skandal nyata yang terjadi di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam mengonsumsi konten dan tidak ikut menyebarkan video yang melanggar norma kesusilaan serta hukum ITE.
Pastikan Anda selalu melakukan cek dan recek sebelum mempercayai sebuah narasi yang sedang trending agar tidak menjadi korban hoaks atau pencurian data digital. (*)





