Grid.ID - Nikah sesama jenis di Malang versi pelaku. Korban ternyata sudah diberi uang Rp 200 juta sampai ancam bunuh diri.
Usai dituding melakukan penipuan pada perempuan berinisial IA (28), di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rey akhirnya buka suara, Kamis (9/4/2026). Dia memberikan penjelasan yang berbeda dengan IA, yang telah dinikahinya secara siri pada 3 April 2026 lalu.
Berikut kronologi nikah sesama jenis di Malang versi pelaku. Korban ternyata sudah diberi uang Rp 200 juta sampai ancam akan bunuh diri.
Rey, yang dikenal dengan sapaan Yupi Rere, menyampaikan klarifikasi terkait sejumlah tuduhan yang menurutnya tidak sesuai fakta dan telah merusak reputasinya.
Ia mengaku merasa kecewa setelah dilaporkan ke pihak kepolisian. Rey juga menilai bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan situasi yang sebenarnya.
"Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu," kata Rey saat memberikan klarifikasi kepada awak media, dikutip dari akun Instagram @lambe_turah.
Menurut Rey, hubungan mereka tidak berawal dari kebohongan. Ia menyatakan bahwa IA, yang juga dikenal sebagai Vela, sudah mengetahui jati dirinya sejak awal perkenalan.
Termasuk saat keduanya pertama kali bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.
"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," ujarnya.
Rey menjelaskan bahwa hubungan mereka semakin dekat setelah IA mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia pun berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik dalam menjalin hubungan tersebut.
"Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa," ungkapnya.
Ia menambahkan, keputusan untuk menikah yang muncul belakangan bukan sepenuhnya berasal dari keinginannya. Bahkan, Rey mengaku sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan tersebut.
"Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman mengakhiri hidup, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif," ungkapnya.
Rey juga mengungkap dugaan adanya faktor ekonomi di balik hubungan tersebut. Ia menyebut selama menjalin hubungan, dirinya sering membantu kebutuhan finansial IA, termasuk melunasi beberapa utangnya.
Rey turut menyoroti dugaan adanya kepentingan finansial di balik hubungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama berpacaran, dirinya sering membantu kebutuhan ekonomi IA, termasuk melunasi beberapa utangnya.
"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya," ujarnya.
"Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta," jelasnya.
Ia memperkirakan total bantuan yang telah diberikan kepada Vela mencapai sekitar Rp200 juta. Rey juga mengaku sempat menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk melihat respons dari situasi tersebut.
Dari langkah itu, menurutnya, mulai muncul konflik yang kemudian berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.
Menanggapi tuduhan pemalsuan dokumen, Rey dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa identitas yang digunakannya merupakan identitas asli.
Pria berusia 36 tahun itu juga menyangkal adanya tindakan intimidasi maupun ancaman terhadap IA.
"Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli," ujarnya.
"Saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia," ucapnya.
Setelah laporan polisi dibuat, komunikasi antara keduanya pun terhenti. Rey mengaku sempat berusaha menghubungi IA untuk meminta penjelasan, namun tidak mendapatkan tanggapan.
"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," tandasnya.
Di sisi lain, Intan Anggraeni menyampaikan keterangan yang berbeda. Ia mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan kehidupan layaknya dongeng. Dalam pengakuannya, Rey disebut menjanjikan pernikahan mewah di hotel berbintang dengan menghadirkan artis ternama seperti Judika dan NDX AKA, serta busana dari desainer terkenal.
“Rencana akan nikah resmi dan resepsi di Hotel Mercure. Saya juga dijanjikan akan dibelikan mobil Lamborghini dan rumah,” kata Intan, dikutip dari TribunStyle.com.
Namun, di balik janji kemewahan tersebut, Intan justru mengaku diminta meminjam uang sebesar Rp1,5 juta dari tetangganya untuk membiayai pernikahan siri mereka yang berlangsung pada 3 April 2026.
“Saya disuruh pinjam uang ke tetangga, ya saya pinjam. Terus maharnya juga pakai uang itu Rp 100.000,” tuturnya pilu.
Saat ini, kasus dugaan penggunaan identitas palsu dan penipuan tersebut sedang ditangani oleh Polresta Malang Kota. Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, membenarkan bahwa laporan terkait kasus ini telah diterima oleh pihak kepolisian.
“Kami sudah menerima laporan pengaduan terkait kasus ini,” ujar Ipda Lukman pada Kamis (9/4/2026).
Polisi masih melakukan pendalaman untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam sengketa asmara yang berujung pada laporan hukum ini. (*)
Artikel Asli




