Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut, vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) mulai dijalankan secara luas, menyusul terbitnya izin penggunaan vaksin untuk kelompok usia dewasa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan bagi nakes yang berisiko tinggi terpapar saat menangani pasien.
"Campak ini penting sekali karena untuk nakes yang mungkin akan terpapar, sudah kita lakukan," ujar Dante di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).
Vaksin Campak Kini Boleh untuk DewasaDante menjelaskan, perluasan vaksinasi ini didasarkan pada hasil uji klinis yang telah mendapat persetujuan BPOM. Sebelumnya, vaksin campak hanya diperuntukkan bagi anak usia 9 bulan dan 18 bulan.
"Kita sudah punya lisensi dari BPOM bahwa ada studinya — dalam labeling evaluasi uji klinis yang dilakukan oleh penyedia vaksin — bahwa vaksin ini bisa untuk orang dewasa," jelasnya.
Atas dasar itu, pemerintah mulai memberikan vaksinasi campak kepada nakes di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang secara langsung berpotensi menangani pasien campak.
Dokter Internship Ikut DivaksinasiSelain nakes resmi, vaksinasi juga menyasar dokter dan mahasiswa kedokteran yang tengah menjalani masa internship.
"Internship batch 3 — dokter-dokter dan mahasiswa kedokteran internship — yang akan bekerja di Puskesmas juga akan kita vaksinasi campak, karena mungkin mereka akan bertemu dengan kasus-kasus campak saat bekerja," kata Dante.
290 Ribu Dosis untuk 14 Provinsi PrioritasKemenkes memprioritaskan vaksinasi campak bagi nakes di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM untuk kelompok dewasa.
Sasaran prioritas meliputi 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di provinsi-provinsi tersebut. Selain itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship di seluruh Indonesia juga masuk dalam kelompok sasaran.
Total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.





