Yahya Cholil Staquf: Jangan Manfaatkan Krisis untuk Provokasi Politik

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU mengingatkan bahaya provokasi di tengah situasi global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk memicu instabilitas politik di dalam negeri.

Dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026), Yahya menegaskan pentingnya menjaga ketahanan sosial melalui kerja sama lintas elemen masyarakat.

“Ini tidak bisa dilakukan sepihak oleh siapa pun. Kita harus lakukan bersama-sama. Masyarakat harus mampu mengembangkan kapasitas untuk saling tolong-menolong di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial kuat berupa tradisi gotong royong yang harus dimaksimalkan dalam menghadapi dampak konflik global, termasuk potensi krisis energi dan tekanan ekonomi.

“Kita beruntung punya tradisi gotong royong. Ini harus kita bangun menjadi model agar masyarakat bisa saling mendukung, termasuk dalam menghadapi tantangan energi dan ekonomi,” kata Yahya.

Namun demikian, ia menyoroti munculnya sejumlah pernyataan yang dinilai berpotensi memicu kegaduhan politik di tengah situasi yang sudah penuh tekanan.

“Saya melihat beberapa pernyataan yang secara politis sangat berbahaya. Bahkan saya menyebutnya sebagai provokasi,” tegasnya.

Yahya mengingatkan bahwa upaya-upaya yang mengarah pada instabilitas, termasuk yang bernuansa ekstrem, dapat membahayakan keselamatan bangsa.

“Ada yang saya nilai seperti percobaan makar. Ini berbahaya sekali. Kita tidak bisa membiarkan anomali seperti ini di tengah keadaan yang sulit,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersatu dan fokus menghadapi tantangan global, bukan justru memperkeruh suasana.

“Kita harus bertahan bersama, kita harus survive bersama. Pemerintah saat ini juga sedang bekerja keras mengatasi berbagai persoalan,” katanya.

Lebih lanjut, Yahya mengajak semua pihak untuk menyampaikan kritik dan perbedaan pendapat melalui jalur dialog yang rasional dan konstruktif.

“Kalau ada keberatan atau perbedaan pandangan, mari kita dialogkan secara rasional dan proporsional. Jangan sampai kita menghadapi bencana yang lebih besar dari yang ada sekarang,” pungkas Yahya.(faz/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Fokus Periksa Biro Haji, Belum Panggil Nusron Wahid
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Nabire Papua Tengah, Cek Kekuatan Magnitudonya!
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Tujuh Klub Siap Unjuk Gigi di Liga 4 Provinsi Jambi
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Scoot Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak, Tiketnya Mulai Rp 500 Ribuan
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.