Kru Artemis II Jalani Fase Paling Krusial Sebelum Mendarat, Masuk Atmosfer Bumi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Empat astronaut misi Artemis II segera merampungkan perjalanan mengelilingi orbit Bulan yang bersejarah. Dari 10 hari misi epik tersebut, mereka akan menjalani ujian terakhir sebelum mendarat, yakni memasuki atmosfer Bumi yang bersuhu lebih dari 2.000 derajat Celsius.

Astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, bersama astronaut Kanada Jeremy Hansen, memecahkan rekor terbang lebih jauh dari manusia mana pun pada 7 April 2026 WIB. Misi ini menjadi batu loncatan penting menuju pendaratan manusia di Bulan pada masa depan yang rencananya diwujudkan pada misi Artemis IV.

Kini, kapsul Orion yang mereka tumpangi dijadwalkan mendarat (splashdown) di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego pada Jumat (10/4) pukul 20.07 waktu setempat atau tepatnya Sabtu, (11/4) sekitar pukul 07.07 WIB. Setelah mencebur ke laut, NASA dan pihak militer akan segera mengevakuasi mereka ke kapal pemulihan.

Meski misi ini sudah menghasilkan rentetan foto menakjubkan yang memukau warga Bumi, para petinggi NASA menolak bernapas lega terlalu cepat.

"Kita baru bisa merayakannya ketika para kru sudah aman berada di ruang medis kapal," tegas Associate Administrator NASA, Amit Kshatriya, pada Kamis (9/4) waktu setempat, mengutip AFP.

"Pada momen itulah kita baru bisa membiarkan emosi meluap dan mulai bicara soal kesuksesan. Kita harus membawa mereka pulang dulu sebelum melakukan itu."

Ujian nyawa menembus suhu 'separuh Matahari'

Ketegangan yang dirasakan NASA bukan tanpa alasan. Pertaruhan nyawa terbesar ada pada momen saat kapsul Orion masuk kembali ke atmosfer Bumi (re-entry).

Kapsul tersebut akan meluncur turun dengan kecepatan gila-gilaan, mencapai 10.657 meter per detik atau lebih dari 30 kali lipat kecepatan suara. Gesekan ekstrem dengan atmosfer itu akan membuat kapsul dihantam suhu mencapai 2.760 derajat Celsius, alias separuh dari panas permukaan Matahari.

Di sinilah perisai panas (heat shield) menjadi penentu hidup dan mati. Perisai ini dirancang untuk terkikis perlahan demi melindungi bagian dalam kapsul. Namun, NASA punya catatan kelam. Pada uji coba terbang tanpa awak Artemis I tahun 2022 lalu, perisai panas Orion terkikis di luar prediksi.

Untuk meminimalisasi risiko nyawa pada misi berawak ini, NASA terpaksa mengubah jalur masuk atmosfer agar anomali di Artemis I tak terulang.

"Kami punya keyakinan tinggi pada sistem, perisai panas, parasut, dan sistem pemulihan yang kami siapkan. Semua data uji coba dan analisis mendukungnya. Dan besok, para kru akan mempertaruhkan nyawa mereka di balik keyakinan tersebut," ucap Kshatriya. Ia menambahkan, secara rasional teknis dirinya tak khawatir, meski rasa takut irasional pasti tetap ada.

Di pusat kendali misi NASA di Houston, keluarga para astronaut akan menyaksikan proses pendaratan yang menegangkan tersebut. Catherine Hansen, istri astronaut Jeremy, mengaku hari-hari ini terasa sangat menguras emosi.

"Ada banyak kebahagiaan dan kegembiraan, tetapi juga ada kecemasan dan keinginan besar agar ia bisa pulang dengan selamat," tuturnya.

Misi Artemis II sendiri penuh dengan pencapaian bersejarah. Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang mengitari Bulan, Christina Koch sebagai perempuan pertama, dan Jeremy Hansen menjadi warga non-Amerika pertama.

Dari luar angkasa, mereka bahkan sempat melaporkan detail permukaan bulan, menyaksikan gerhana matahari yang ekslusif hanya bisa dilihat dari sisi gelap Bulan.

"Bila misi berjalan lancar, terbang ke Bulan itu kelihatannya sangat mudah. Padahal sama sekali tidak," kata Pejabat Senior NASA, Lakiesha Hawkins. "Kita tidak boleh lupa bahwa ini adalah penerbangan uji coba."

Jelang kepulangannya, astronaut Christina Koch mengatakan setiap hal yang mereka lakukan di misi ini adalah demi kelancaran kru selanjutnya.

Sementara itu, Komandan Misi Reid Wiseman memberikan pesan mendalam bagi warga Bumi. "Apa yang sangat kami harapkan dalam sanubari kami adalah agar dunia sejenak berhenti, dan mengingat bahwa planet ini sangatlah indah, berada di tempat yang sangat spesial di alam semesta. Kita semua harus mensyukuri apa yang telah dianugerahkan ini," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Preman Tanah Abang Pecahkan Mangkuk Tukang Bubur Gara-gara Tak Diberi Japrem, Polisi Ringkus Tiga Orang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Minta Gangguan Perjalanan MRT dan LRT Akibat Padam Listrik Tak Terulang Lagi
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Dalami Mekanisme Pengurusan Cukai Saat Periksa Pengusaha Haji Her
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pemprov DKI segera tertibkan parkir liar di beberapa wilayah
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Piala AFF: Timnas Futsal ke Final Usai Taklukkan Vietnam!
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.